Wasit boleh menolak teknologi garis gawang

technology
Image caption FIFA sudah mengeluarkan investasi sebesar US$2 juta untuk teknologi garis gawang.

Wasit diizinkan untuk tidak menggunakan teknologi garis gawang atau menolaknya sama sekali di Piala Dunia Klub yang akan berlangsung di Tokyo pekan ini.

Dua sistem, Hawk-Eye dan GoalRef, akan digunakan dalam kejuaraan yang diikuti oleh klub-klub utama dunia itu mulai Kamis 6 Desember.

"Wasit yang memiliki keputusan akhir jika berkaitan dengan sistem teknologi garis gawang," tutur Sekjen FIFA, Jerome Valcke, dalam konferensi di Tokyo.

"Jika dia memiliki keraguan dan keraguan itu tidak bisa diyakinkan oleh penyedia teknologi di lapangan, maka dia memiliki hak untuk mengatakan 'Maaf, tuan. Saya kira saya tidak bisa mengandalkan sistem itu," tegas Valcke.

Menurut Valcke, wasit merupakan pihak yang paling penting dalam sebuah pertandingan dan harus tetap mendapat hak untuk mengambil keputusan terakhir.

FIFA dilaporkan sudah mengeluarkan investasi sebesar US$2 juta untuk pengembangan teknologi ini hingga pemasangan di stadion-stadion di Jepang setelah memberi lisensi kepada Hawk-Eye dan GoalRef pada bulan Oktober.

Hari yang penting

Bagaimanapun para wasit diberi kesempatan untuk mencoba teknologi ini selama 90 menit menjelang setiap pertandingan untuk memastikan wasit puas dengan sistem tersebut.

Dengan demikian ada kemungkinan pertandingan menggunakan teknologi garis gawang atau mungkin seluruh pertandingan yang berlangsung pada 6 hingga 16 Desember akan mengandalkan teknologi garis gawang.

"Ini merupakan hari yang penting karena untuk pertama kalinya teknologi itu akan digunakan secara resmi dalam satu atau sejumlah pertandingan. Sampai saat ini, masih merupakan percobaan," tutur Valcke.

Keputusan untuk menggunakan teknologi garis gawang diambil FIFA pada Juli 2012. Selain di Jepang, Piala Konfederasi 2013 dan putaran final Piala Dunia 2014 juga direncanakan akan mengandalkan sistem ini.

Para penggemar sepakbola selama beberapa tahun sudah mengharapkan penggunaan teknologi yang bisa meminimalkan kesalahan manusia.

Beberapa cabang sudah menggunakan teknologi untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan, seperti tenis maupun kriket.

Sistem Hawk-Eye dilaporkan menggunakan tujuh kamera sementara GoalRef memanfaatkan medan magnet di lapangan untuk memastikan apakah bola sudah melewati garis gawang atau belum.

Berita terkait