Indonesia coba hindari sanksi FIFA

  • 6 Desember 2012
PSSI
Image caption PSSI dan KPSI menjalankan liga domestik di Indonesia.

Dua organisasi yang mengklaim sebagai representasi sah sepak bola Indonesia, PSSI dan KPSI, mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin mencegah sanksi FIFA.

Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta, hari Rabu (05/12), setelah Sekjen FIFA, Jerome Valcke, mengirim surat tertanggal 26 November yang isinya meminta Indonesia segera menyelesaikan dualisme kepengurusan sepak bola.

FIFA mengatakan Indonesia diberi waktu hingga 10 Desember untuk mengakhiri persoalan ini. Bila gagal, FIFA akan mengeluarkan sanksi ketika federasi sepak bola dunia ini menggelar pertemuan di Tokyo pada 14 Desember.

Tidak ada rincian tentang langkah-langkah yang akan diambil, namun PSSI dan KPSI berjanji akan bekerja sesuai dengan nota kesepakatan yang ditandatangani di Kuala Lumpur pada 20 September lalu.

Diserahkan ke AFC

Disepakati pula bahwa bila PSSI dan KPSI tidak bisa menemukan titik temu, keduanya akan menyerahkan persoalan mereka kepada konfederasi sepak bola Asia, AFC.

Dualisme kepengurusan membuat Indonesia memiliki dua liga dan dua tim nasional.

Tidak solidnya organisasi ini juga dianggap sebagai salah satu penyebab terjungkalnya Indonesia di babak penyisihan grup Piala AFF 2012 karena tidak semua pemain terbaik bisa dipanggil timnas.

FIFA menilai persoalan yang membelit persepakbolaan Indonesia ini semakin berlarut-larut dan karena itu dirasa perlu untuk mengeluarkan peringatan tegas ke Indonesia.

Berita terkait