Ferguson tuduh Tottenham lakukan manipulasi

  • 5 Januari 2013
Image caption Zeki Fryers pernah enam kali bermain bersama tim utama Manchester United.

Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson menuduh Tottenham melakukan ''manipulasi yang mencolok'' saat mengontrak bek Zeki Fryers.

Tuduhan Ferguson ini juga diikuti dengan permintaan Liga Primer untuk menginvestigasi kesepakatan kontrak tersebut.

Fryers meninggalkan United ke Standard Liege dengan nilai kompensasi yang kecil setelah Spurs menolak untuk membayar £6 juta pada Agustus lalu.

Tetapi sekarang Spurs mengontrak pemain berusia 20 tahun tersebut dari Standard dengan nilai dilaporkan sebesar £3 juta.

",'' kata Ferguson.

"Saya rasa liga harus memeriksanya dan saya rasa mereka harus menghentikan pendaftaran Fryers sampai mereka memeriksanya.''

Bagaimanapun, United belum membuat keluhan resmi ke Liga Primer - yang menolak memberikan komentar terkait isu ini.

Sedangkan Tottenham kepada BBC Sport mengatakan bahwa mereka hanya membuat pendekatan kedua ke Fryers setelah menyadari bahwa pemain itu mengaku merasa tidak betah di Belgia.

Seorang juru bicara Spurs mengatakan: ''Zeki menikmati waktunya di Standard - tetapi, ketika Standard memecat manajernya pada November, Zeki tidak masuk dalam rencana manajer baru yang bisa dia terima dan memahami hal tersebut terjadi di sepak bola.''

"Sayangnya, kombinasi masalah itu dan fakta bahwa dia rindu Inggris berarti bahwa dia ingin kembali ke Liga Primer.''

"Wakilnya menghubungi sejumlah klub di Inggris. Ini membuka peluang kedua bagi kami untuk mendapatkan pemain itu dan sesuai dengan mekanisme kontribusi solidaritas FIFA, Manchester United akan menerima 5% dari biaya transfer yang kami bayar.''

Sementara Standard Liege mengeluarkan sebuah pernyataan yang terbaca: ''Bek muda ini merasa rindu dengan kampung halamannya dan kesulitan untuk menyesuaikan diri hidup jauh dari rumah dan keluarga.''

"Jadi saat klub London menyatakan tertarik, kami memahami situasi dan tidak menolak keinginan pemain untuk kembali ke Inggris.''

Peraturan U-23

Kisah Fryers - yang pernah bermain untuk timnas Inggris U-16, 17 dan 19 - dimulai saat pra musim ketika dia berlatih dengan Spurs dengan harapan bisa pindah secara permanen ke White Hart Lane.

Tetapi di bawah peraturan liga bagi pemain di bawah usia 23 yang menolak kontrak baru dengan klub mereka, Tottenham - atau klub Inggris lainnya - harus memberi kompensasi United (yang saat itu masih memiliki Fryers).

Jika biaya kompensasi tidak disetujui, maka akan diputuskan oleh pengadilan, dengan United dilaporkan bersikeras pada nilai sebesar £6 juta.

Saat Tottenham menarik diri dari kesepakatan, Fryers kemudian dilepas ke klub Belgia, Liege dengan nilai yang lebih kecil sesuai dengan sistem kompensasi FIFA.

"Mereka mencoba membeli dia dari kami akhir musim lalu,'' kata Ferguson. ''Mereka kemudian membawanya ke pengadilan dan lalu menyatakan tidak mampu membayarnya dan tiba-tiba dia dikontrak Standard Liege.''

"Saya mengharapkan dia ke Tottenham pada jendela transfer Januari mendatang. Liga harus memeriksanya.''

Fryers, yang pernah bermain enam kali bersama tim utama Manchester United, masuk dalam rencana skuat pengembangan Spurs dan menjadi pilihan pertama untuk melapis bek kiri Benoit Assou-Ekotto.

Berita terkait