Sepp Blatter kritik pemain AC Milan soal rasisme

  • 7 Januari 2013
Kevin Boateng
Image caption Boateng mengatakan akan tetap meninggalkan lapangan bila masih jadi sasaran aksi rasis.

Menurut presiden FIFA Sepp Blatter, pemain sepakbola tak selayaknya meninggalkan lapangan meski tengah mengalami aksi rasis.

Mengomentari insiden yang menyebabkan para pemain AC Milan meninggalkan gelanggang pada pertandingan persahabatan hari Kamis (3/1) lalu karena pemain keturunan Ghana, Kevin-Prince Boateng diteriaki makian rasis dari kubu pendukung klub Italia, Pro Patria.

Sepp Blatter mempertanyakan kenapa para pemain melenggang keluar lapangan.

"Kok keluar lapangan? Itu bukan solusi."

Pada sesi laga berikutnya melawan Siena pada hari Minggu (6/1), pemain AC Milan mengenakan kaos dengan pesan anti rasisme.

Tetapi menurut Blatter: "Saya rasa Anda tidak bisa mengelak, karena pada akhirnya kalau Anda kabur maka Anda kalah tanding."

Peran wasit

"Ini isu yang sangat rawan, tetapi toleransi terhadap rasisme adalah nol di dalam stadion," kata Blatter sebagaimana dilaporkan oleh harian The National yang terbit di Abu Dhabi.

Pria Swiss berusia 76 tahun yang sudah memimpin FIFA sejak 1998 ini mengakui perlu ada sanksi lebih tegas terhadap isu rasisme, misalnya pemberlakuan pengurangi angka bagi tim yang bersalah.

"Satu-satunya solusi adalah dengan sanksi lebih keras, bentuknya harus lah semacam pengurangan nilai atau sejenisnya."

Mantan pemain Tottenham dan Portsmouth Boateng mengambil bola pada pertengahan paruh pertama laga dan menendangnya ke arah penonton sebagai reaksi atas sikap rasis sebagian fans.

Pemain tengah itu lalu mencopot kaosnya dan meninggalkan lokasi tanding diikuti rekan seklub dan para ofisial Milan.

Federasi Sepakbola Italia (FIGC) telah mengumumkan akan menggelar penyelidikan segera.

Sementara ketua Asosiasi Sepakbola Inggris Alex Horne mengatakan seharusnya wasit menjadi sosok utama yang mengambil tindakan jika muncul pelecehan ras di tengah pertandingan.

"Kalau ada pemain menjadi sasaran aksi rasial maka harus lapor wasit," kata Horne dalam siaran olahraga BBC Radio 5.

Juni lalu, Presiden Asosiasi Sepakbola Eropa Michel Platini mengatakan pemain yang meninggalkan lapangan di arena Euro 2012 aksi rasial akan dikenai kartu.

Boateng sendiri dalam sebuah wawancara dengan CNN setelah insiden terjadi mengatakan 'tak peduli apapan skala pertandingannya' jika menjadi sasaran perlakuan rasisme.

"Saya tidak peduli, mau pertandingan persahabatan, Liga Italia atau Liga Champions, saya akan tetap walk off."

Berita terkait