Bradford City 'sang pembunuh' di liga Inggris

  • 23 Januari 2013
Bradford City
Image caption Para pemain Bradford City merayakan keberhasilan setelah masuk final Piala Liga.

Para pemain Bradford City selama ini tidak pernah berani bermimpi berlaga di babak final Piala Liga, yang digelar di Stadion Wembley pada akhir Februari mendatang.

Namun peruntungan, dan kerja keras membuat impian mereka menjadi kenyataan, setelah pada Selasa malam (22/01) menyingkirkan tim Liga Primer, Aston Villa dengan agregat gol 4-3.

Hasil ini menjadikan Bradford sebagai tim pertama dari divisi empat liga Inggris yang lolos ke final Piala Liga sejak 1962.

"Saya kira prestasi ini tidak akan bisa disamai oleh klub divisi bawah mana pun. Lawan-lawan yang kami hadapi di babak-babak sebelumnya sungguh berat," kata Phil Parkinson, manajer Bradford City.

Dalam perjalanan menuju partai puncak, tim asuhan Parkinson menyingkirkan Notts County, Watford, dan tiga klub Liga Primer, Wigan, Arsenal, dan Aston Villa.

Bradford City, seperti hal-halnya klub-klub sepak bola di Inggris, memiliki sejarah panjang dan pernah menjuarai Piala FA pada 1911.

Hanya £7.500

Namun dalam beberapa dekade terakhir prestasi klub ini menurun dan 11 tahun silam terjungkal dari divisi elit Liga Primer dan terpuruk di divisi empat, yang biasa disebut Liga Dua.

Bradford City telah dua kali bangkrut dan nilai semua pemain yang berlaga di semifinal Piala Liga hanya £7.500 sementara Chelsea mengeluarkan dana £50 juta untuk membeli Fernando Torres.

Dan Bradford bisa menghadapi Chelsea di babak final pada 24 Februari seandainya Chelsea menyingkirkan Swansea, yang digelar pada Rabu malam (23/01).

Tapi manajer Bradford, Parkinson, mengatakan lebih memilih Swansea. "Laga Bradford-Swansea di babak final akan menjadi pertandingan yang luar biasa," katanya.

Untuk sementara ini Parkinson dan semua pemain Bradford bersiap terbang ke Las Vegas, Amerika Serikat, untuk merayakan keberhasilan masuk ke babak final.

Berita terkait