Gelar juara liga Shanghai Shenhua dicabut

  • 19 Februari 2013
Shanghai Shenhua
Shanghai Shenhua dinyatakan bersalah mengatur satu hasil pertandingan saat menuju juara 2003.

Asosiasi Sepak Bola Cina, CFA, mencabut Shanghai Shenhua dari juara liga 2003 dan mendenda sekitar US$160.000 karena terbukti terlibat korupsi.

Klub tersebut dinyatakan bersalah mengatur hasil satu pertandingan dalam perjalanan merebut gelar juara Liga Super Cina, seperti dilaporkan wartawan BBC di Shanghai, John Sudworth.

Selain itu, nilai Shenhua juga akan dikurangi enam angka untuk musim mendatang karena terbukti mengatur hasil pertandingan saat melawan Shanxi Guoli.

Sementara 33 pejabat - seperti wasit maupun pengurus klub- dan pemain dilarang berpartisipasi dalam sepak bola seumur hidup dan beberapa di antaranya diganjar hukuman penjara.

Tahun lalu, dua mantan ketua CFA, Nan Yong dan Xie Yalong, sudah diganjar hukuman penjara masing-masing 10,5 tahun.

Xie Yalong mengaku bahwa dia disiksa dengan setrum listrik dan dan dipukuli agar mau mengaku.

Merekrut Drogba dan Anelka

Didier Drogba memperkuat Shanghai Shenhua tak sampai satu musim.

Sanksi ini dijatuhkan setelah penyelidikan selama tiga tahun atas dugaan korupsi, antara lain berupa pengaturan hasil pertandingan, suap, dan perjudian.

Sebagian kasus yang diperiksa berlangsung sekitar sepuluh tahun lalu atau lebih lama lagi.

John Sudwortd melaporkan bahwa tindakan keras ini diharapkan bisa membersihkan korupsi di sepak bola Cina dan meningkatkan kualitas sehingga akan menarik lebih banyak pemain kelas dunia.

Shanghai Shenhua merupakan salah satu klub di Asia yang merekrut sejumlah pemain bintang Eropa, seperti dua mantan bintang Chelsea, Didier Drogba dan Nicolas Anelka.

Drogba bergabung dengan Shenhua Mei tahun lalu namun bulan Januari pindah ke Galatasaray, Istanbul, dan menyebut klub Cina itu tidak membayar gajinya.

Sedangkan Anelka pindah ke Juventus setelah hanya memperkuat klub Cina itu selama satu musim.

Berita terkait