Tamil Nadu tolak menggelar Kejuaraan Atletik Asia

Ibukota Tamil Nadu, Chennai.
Image caption Mayoritas penduduk di negara bagian Tamil Nadu, India, adalah warga Tamil.

Negara bagian Tamil Nadu di India menolak untuk menggelar Kejuaraan Atletik Asia, AAC, karena partisipasi atlet Sri Langka.

Rencananya AAC akan digelar di ibukota negara bagian itu, Chennai, pada pekan pertama Juli namun Kepala Menteri Tamil Nadu, Jayaram Jayalalithaa, menyatakan tidak bersedia melaksanakan kejuaraan itu.

Jayalalithaa menegaskan sudah meminta kepada Asosiasi Atletik Asia, AAA, untuk tidak menyertakan atlet Sri Lanka untuk bertanding di kejuaraan tersebut karena dituduh melalukan 'pembunuhan massal' atas warga minoritas Tamil di Sri Lanka.

"Karena pemerintah belum menerima balasan yang diharapkan dari AAA, maka tidak disarankan untuk melaksanakan kejuaraan di Tamil Nadu dengan partisipasi atlet-atlet Sri Langka," seperti tertulis dalam pernyataanya.

Banyak politisi di Tamil Nadu yang mengecam pemerintah Sri Langka sehubungan dengan operasi militer saat mengalahkan kelompok pemberontak Harimau Tamil pada tahun 2009.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari otorita atletik India maupun dari AAA untuk menanggapi pernyataan Jayalalithaa.

Perang saudara

Menurut Jayalalithaa, keikutsertaan atlet Sri Langka akan melukai perasaan warga Tamil, yang merupakan mayoritas di negara bagian yang dipimpinnya.

"Selama saya berkuasa, warga Sri Lanka tidak akan diizinkan untuk bertanding di kejuaraan dan pemerintah Tamil Nadu tidak akan ikut serta menggelar peristiwa itu."

Pernyataan Jayalalithaa muncul ditengah beredarnya foto di media tentang tewasnya seorang putra pemimpin Harimau Tamil, Velupillai Prabhakaran.

Ada tuduhan bahwa anak laki-laki yang berusia 12 tahun itu dieksekusi oleh tentara Sri Lanka, yang menegaskan Prabhakaran dan keluarganya tewas dalam perang saudara 2009.

Kelompok pegiat hak asasi memperkirakan sekitar 40.000 warga sipil tewas oleh pasukan pemerintah dalam bulan-bulan terakhir menjelang kekalahan Harimau Tamil.

Pemerintah Sri Langka membantah operasi militer mereka yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa sipil tersebut.

Gerakan Harimau Tamil selama 30 tahun lebih memperjuangkan kemerdekaan di kawasan Sri Langka utara dan timur, yang penduduknya didominasi oleh warga Tamil.

Berita terkait