Celtic butuh keajaiban di Turin

Image caption Para pemain Celtic menggelar latihan di Turin.

Pelatih Celtic Neil Lennon mengatakan, pihaknya membutuhkan keajaiban untuk dapat mengalahkan Juventus dengan selisih gol lebih besar pada laga kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (07/02) dini hari WIB.

Klub asal Skotlandia itu harus menang di atas 3-0 saat bertandang di kandang Juventus, apabila ingin maju ke babak 8 besar.

Dalam pertandingan pertama di Stadion Celtic Park, Glasgow, pertengahan Februari silam, Celtic kalah telak 0-3 dari tamunya, Juventus.

Walaupun meyakini anak asuhnya mampu memenangi laga di Turin, Neil Lennon tidak memungkiri bahwa untuk mencapainya pihaknya membutuhkan keajaiban.

"Tekanan dari pendukung tuan rumah pasti akan terjadi, tetapi kami akan mencoba tampil luar biasa, walaupun kami membutuhkan keajaiban kecil untuk menang dengan selisih gol lebih banyak," kata Neil Lennon.

Demi ambisi meraih kemenangan, Neil Lennon telah menginstruksikan anak asuhnya agar tidak kebobolan di menit-menit awal.

"Ini sangat membantu untuk mengembangkan permainan lebih lanjut," kata Neil Lennon.

Yang melegakan Neil, ujung tombak Celtic asal Yunani, Georgios Samaras dan Charlie Mulgrew dilaporkan telah pulih dari cidera, sehingga kemungkinan besar dapat diturunkan saat melawan Juventus.

Tetapi pemain penting lainnya, seperti Watt Tony tidak ikut terbang ke Turin karena masih dililit cidera.

Pirlo: keajaiban itu ada

Image caption Playmaker Juventus Andrea Pirlo meminta rekan-rekannya tidak berpuas diri.

Sementara itu, pelatih Juventus Antonio Conte kembali menegaskan sikapnya, bahwa mereka tidak akan pernah meremehkan Celtic, meskipun di atas kertas mereka lebih diunggulkan.

"Saya telah meminta anak asuh saya tidak berpuas diri dan agar tetap berhati-hati menghadapi Celtic," kata Conte.

Sementara, playmaker Juventus, Andrea Pirlo, juga tidak mau bersikap gegabah dalam laga nanti malam.

Dia lantas mengisahkan 'keajaiban Istanbul' dalam laga final Liga Champions 2005, ketika klubnya dulu AC Milan menghadapi Liverpool.

AC Milan yang sudah unggul 3-0 pada babak pertama, membuat para pemain bersorak-sorak karena kemenangan sudah di depan mata.

Namun di babak kedua, klub Inggris itu menyamakan 3-3 dan akhirnya menang melalui adu pinalti.

"Saya sudah cukup lama bermain di dunia sepak bola, dan saya tahu keajaiban itu selalu ada," kata Pirlo, yang kini berusia 33 tahun.

Berita terkait