Pertemuan 'musuh' lama: Ferguson-Benitez

  • 8 Maret 2013
Sir Alex Ferguson dan Rafael Benitez.
Image caption Sir Alex Ferguson dan Rafael Benitez pernah menjalin hubungan yang hangat.

Perkiraannya adalah suasana akan membeku ketika Alex Ferguson akan bertemu Rafael Benitez di Old Trafford, Minggu 10 Maret.

Manchester United akan menjamu Chelsea dalam pertandingan seperempat final Piala FA dan beberapa pihak bukan hanya melihatnya sebagai pertandingan anatara kedua klub utama Inggris tapi juga pertarungan antara kedua manajer.

Ferguson dan Benitez sudah menjadi seteru ketika Benitez mengasuh Liverpool pada musim 2004-2010 walau awalnya hubungan mereka baik-baik saja.

Tapi tekanan di Liga Primer Inggris memang bisa memicu perang psikologis di luar lapangan dengan menggunakan kata-kata dan merusak hubungan antara manajer.

Hubungan Ferguson dan Benitez sebenarnya pernah berada dalam suasana hangat.

Keduanya pertama kali bertemu pada tahun 1999, ketika Benitez tidak punya pekerjaan setelah ke luar dari klub Extremadura yang terlempar dari Divisi Utama Spanyol.

Dia belajar sepak bola ke Inggris dan Italia, antara lain menghabiskan waktu seminggu di lapangan latihan Manchester United, Carrington.

Saat itu Ferguson masih didampingi dengan asistennya, Steve McClaren yang belakangan sempat menjadi pelatih Timnas Inggris.

Ucapan selamat Ferguson

Perkawanan keduanya berlanjut saat Benitez ditunjuk menjadi manajer Liverpool pada tahun 2004. Mereka sempat duduk berdampingan dalam satu pesawat menuju Jenewa pada musim itu dan membahas tentang sepak bola sambil minum anggur.

Bulan Mei 2005, Benitez mengangkat Piala Champions setelah mengalahkan AC Milan 3-2 di final dan Ferguson menyampaikan ucapan selamatnya.

Benih ketegangan berawal ketika keduanya berebut pemain belakang Manchester United, Gabriel Heinze. Benitez ingin menggaet Heinze, yang jika terjadi merupakan pemain United pertama yang menyeberang ke Liverpool sejak tahun 1964.

Upaya itu gagal dan Ferguson menuduh Liverpool melakukan pendekatan yang melanggar peraturan transfer.

Bagaimanapun Ferguson masih membela Benitez ketika pemilik baru Liverpool, George Gillett Jr dan Tom Hicks, diam-diam melakukan pendekatan dengan Jurgen Klinsmann ketika Benitez masih mengasuh Liverpool.

Ferguson secara terbuka mengatakan hal itu menjadi contoh lain dari buruknya pengelolaan bisnis Liverpool.

Persaingan 2008-2009

Image caption Musim 2008-2009, Benitez sempat membawa Liverpool memimpin klasemen sementara Liga Primer.

Tapi mulai lah perang kata-kata. Pada tahun 2008, Liverpool sempat memimpin Manchester United di klasemen Liga Primer.

Di majalah Manchester United, Ferguson mempertanyakan kekuatan mental Liverpool -yang tidak pernah meraih juara liga sejak tahun 1990- untuk bertahan di posisi puncak.

"Tidak diragukan lagi di paruh kedua musim mereka akan menjadi tegang," tutur Ferguson yang juga mengkritik yang disebutnya cara Benitez menghabiskan uang, antara lain membeli Robbie Keane dengan nilai £20 juta.

Benitez menanggapi dengan mengatakan bahwa pendapat Ferguson tentang transfer itu didorong oleh kekesalan karena United di bawah Liverpool.

"Kami lebih tinggi di klasemen. Dulu itu OK, sekarang agak terlalu banyak," tutur Ferguson merujuk soal dana transfer.

Awal Januari 2009, Liverpool memimpin di klasemen sementara dengan selisih tiga angka dari Chelsea di peringkat kedua dan tujuh angka dari peringkat tiga, Manchester United.

Benitez kemudian mengeluarkan komentar yang terkenal bahwa Ferguson selalu mendapat 'perlakukan istimewa' dari otorita sepakbola, yang diulangnya kembali Januari 2013 ketika menjadi manajer Chelsea.

Akhirnya Manchester United yang meraih juara Liga Primer 2008-2009 dengan selisih dua angka dari Liverpool di tempat kedua.

Benitez tampaknya tidak bisa lagi mengangkat Liverpool dan 14 bulan kemudian, dia meninggalkan klub itu.

Namun kini dia kembali lagi dan harus menghadapi Ferguson, yang bukan hanya lihai di lapangan tapi juga dalam perang psikologis.

Berita terkait