Taktis, strategi kemenangan Tontowi-Liliyana di All England

  • 11 Maret 2013
Tontowi/Liliyana
Image caption Tontowi/Liliyana mencetak sejarah baru di All England

Bermain taktis menjadi strategi kemenangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di final All England 2013 di kota Birmingham, Inggris, minggu.

Tontowi dan Liliyana juga menjadi pasangan ganda campuran Indonesia pertama yang berhasil menjuarai All England dua kali berturut-turut setelah mengalahkan juara Olimpiade 2012 Zhang Nan/Zhao Yuniel 21-13 21-17.

Liliyana memuji penampilan Tontowi yang lebih tenang di lapangan.

"Tontowi tampil beda, dia tidak terburu-buru seperti sebelumnya. Dia juga terlihat lebih yakin, sabar dan tenang, jadi saya di depan lebih fokus. Kita benar-benar mengendalikan permainan dan lawan ikut irama kami,” kata Liliyana usai pertandingan seperti dilaporkan oleh situs resmi PBSI.

Tontowi mengakui ia sangat berkonsentrasi dan fokus mengumpulkan poin satu demi satu.

Keduanya memimpin sejak awal dan menunjukkan permainan yang lebih percaya diri jika dibandingkan dengan partai saat melawan Markis Kido/Pia Zebadiah.

Perlawanan Zhang/Zhao berakhir dengan smash Tontowi yang diiringi sorak sorai penonton.

"Kami tidak mendengar penonton ketika kami bermain," kata Liliyana, "tapi begitu kami menang, rasanya sangat luar biasa mendengar dukungan mereka untuk kami."

Sementara itu Zhao dan Zhang mengatakan mereka kecewa dengan kekalahan ini.

"Kami sangat kecewa karena gagal dalam kompetisi ini tapi kami akan belajar," kata Zhao.

"Saya akan menjadikan kekalahan ini sebagai pelajaran dan kami akan belajar dari pengalaman ini dan mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya," tambahnya.

Gelar yang diraih Tontowi dan Liliyana menjadi gelar tunggal yang berhasil dibawa pulang Indonesia, sedangkan Cina mendapat tiga gelar dan ganda putra dan putri serta tunggal putra. Sedangkan gelar tunggal putri diraih oleh Denmark.

Berita terkait