Liga Primer tak setuju Piala Dunia musim dingin

  • 20 Maret 2013
Stadion di Qatar
Image caption Panitia penyelenggara mengatakan semua prasarana akan dilengkapi sistem pendingin udara.

Liga Primer Inggris mengatakan tidak setuju dengan usul perubahan jadwal Piala Dunia 2022 ke musim dingin.

Juru bicara Liga Primer mengatakan posisi mereka tidak berubah dan ingin Piala Dunia di Qatar tersebut tetap digelar pada musim panas.

"Kami menentang pelaksanaan di musim dingin (antara November-Januari) karena alasan praktis. Penyelenggaraan pada musim dingin akan mengganggu kompetisi domestik di seluruh Eropa," kata juru bicara Liga Primer.

Piala Dunia biasanya diselenggarakan pada bulan Juni dan Juli ketika belahan bumi utara mengalami musim panas.

Namun di Qatar pada bulan-bulan tersebut suhu udara bisa mencapai 50 derajat celcius dan muncul kekhawatiran tingginya temperatur ini akan berdampak negatif terhadap kesehatan pemain.

Posisi FIFA

Selain itu, tingginya suhu udara juga diperkirakan membuat para pengunjung dan penonton Piala Dunia tidak akan nyaman, meski panitia penyelenggara di Qatar sudah menjanjikan semua prasarana pendukung akan dilengkapi pendingin udara.

Banyak pihak telah meminta FIFA menggeser Piala Dunia 2022 ke musim dingin.

Mereka di antaranya adalah presiden federasi sepak bola Eropa (UEFA) Michel Platini dan wakil presiden FIFA dari Inggris, Jim Boyce.

Boyce mengatakan Piala Dunia adalah perhelatan sepak bola terbesar di dunia dan semestinya penonton yang datang ke Qatar harus merasa nyaman.

Sekjen FIFA Jerome Valcke mengatakan jadwal Piala Dunia 2022 akan digeser bila memang penyelenggaraan di musim panas membahayakan kesehatan para pemain.

Berita terkait