Resep Wenger untuk kesuksesan timnas Inggris

  • 29 Maret 2013
Arsene Wenger
Image caption Arsene Wenger menyebut kohesi atau kekompakan timnas Inggris sangat lemah.

Arsene Wenger mengklaim telah menemukan akar masalah dari penampilan tidak konsisten tim nasional Inggris di kualifikasi Piala Dunia.

Di pertandingan penting melawan Montenegro (26/03), Inggris hanya bermain imbang 1-1, setelah sebelumnya unggul 1-0 di babak pertama melalui gol sundulan kepala Wayne Rooney.

Di grup yang terdiri dari Ukraina, Polandia, Moldova, San Marino, dan Montenegro, Inggris 'hanya' berada di posisi dua klasemen sementara, dengan nilai 12 dari enam kali pertandingan.

Montenegro mantap di posisi puncak dengan nilai 14, sementara Polandia dan Ukraina mengumpulkan nilai delapan dari lima pertandingan.

Mestinya Inggris dengan mudah melenggang ke putaran final Piala Dunia 2014 di Brasil.

Mestinya Inggris akan sering menang mudah, seperti yang dicatat tim-tim papan atas dunia lain seperti Jerman dan Spanyol.

Tapi di grup yang relatif ringan ini, Inggris baru tiga kali menang, selebihnya seri.

Apa yang salah dengan tim asuhan Roy Hodgson ini?

Spanyol dan Italia

Menurut Wenger, inti permasalahan Inggris adalah tim ini tidak bermain seperti bermainnya klub sepak bola.

Akibatnya kohesi dan kerja sama antarpemain minim dan ini berimbas ke kepercayaan diri.

Alhasil, potensi dari pemain-pemain hebat, tak bisa diwujudkan di lapangan.

"Bandingkan dengan Spanyol. Di tim ini ada tujuh pemain yang berasal dari Barcelona, tiga atau empat pemain dari Real Madrid," urai Wenger.

"Bagi Spanyol, ini keuntungan besar, karena pemain kemudian bermain seperti ketika membela klub," katanya.

"Inggris setidaknya harus punya lima atau enam pemain yang berasal dari satu klub yang sama. Sayangnya itu tidak ada. Pemain yang dipanggil berasal dari beberapa klub yang berbeda dan itu yang menyebabkan Inggris kurang padu," papar manajer asal Prancis ini.

Data menunjukkan komposisi Inggris berasal dari empat klub, demikian juga dengan timnas Jerman.

Spanyol diperkuat tiga klub sementara seluruh pemain Italia hanya berasal dari dua klub.

Mungkin saatnya bagi Hodgson mengikuti jejak Wenger, Spanyol, dan Italia.

Berita terkait