Galatasaray menanti keajaiban atas Real Madrid di Istanbul

  • 4 April 2013
Image caption Bek Real Madrid Coentrao duel dengan gelandang Altintop.

Pelatih klub Galatasaray Fatih Terim mengatakan, pihaknya membutuhkan keajaiban untuk mengalahkan Real Madrid di Istanbul, setelah kalah telak 0-3 di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, dalam leg pertama perempatfinal Liga Champions.

"Setelah kalah 3-0, Anda membutuhkan keajaiban, tetapi dalam sepak bola selalu ada kemungkinan, walaupun harus saya akui tidaklah gampang menundukkan Real Madrid," kata Fatih Terim, dalam jumpa pers usai laga berakhir.

Namun demikian, Fatih Terim kemudian menyatakan keyakinannya, bahwa anak asuhnya akan melakukan perlawanan sengit dalam laga kedua di Istanbul, pekan depan.

"Di Istanbul, didukung ribuan suporter kami (Galatasaray), kami akan memainkan sepak bola indah," kata Fatih Terim.

Senada dengan Fatih Terim, gelandang Galatasaray Hamit Altintop mengatakan, peluang mereka untuk lolos ke semi final Liga Champions masih terbuka, walaupun mereka harus menang dengan skor minimal 4-0.

"Saya menyadari paham tidak ada yang mustahil. Saya akan mencoba melakukan yang terbaik di laga leg kedua," tegas Hamit.

Kecam wasit

Menguasai permainan, gol pertama Real Madrid dicetak Cristiano Ronaldo setelah menerima umpan matang dari pemain tengah Mezut Ozil, saat laga baru berjalan sembilan menit.

Pemain timnas Prancis, Karim Benzema melesakkan bola ke gawan klub asal Turki itu di menit 29, menerima umpan silang Michael Essien.

Tandukan pemain asal Argentina, Gonzalo Higuain, merupakan gol penutup Madrid, 17 menit sebelum wasit meniup tanda pertandingan berakhir.

Walaupun mengaku Madrid layak menang, pelatih Fatih Terim mengkritik kepemimpinan wasit Svein Oddvar Moen asal Norwegia, yang seharusnya menghadiahi dua penalti untuk timnya, yakni ketika tangan Sami Khedira menyentuh bola di kotak penalti dan saat pemainnya, Burak Yimaz dilanggar di depan gawang Madrid.

"Setiap orang menganggap itu seharusnya diberikan penalti. Tetapi, wasit tak melakukannya,"kata Terim, masgyul.

Berita terkait