Pemilik Malaga angkat 'rasisme' setelah kalah dari Dortmund

Pemain Malaga
Image caption Malaga hanya perlu beberapa menit untuk melaju ke semifinal Liga Champions, namun Dortmund mencuri gol.

Pemilik klub Spanyol Malaga, Sheik Abdullah Al-Thani, menyerukan kepada UEFA menyelidiki pertandingan Liga Champions melawan Dortmund yang disebut "tidak adil dan rasis."

Dortmund mencetak gol dua kali dalam perpanjangan waktu dan melaju ke semifinal dengan kemenangan 3-2 atas Malaga.

Namun gol kemenangan Felipe Santana disarangkan dalam posisi offside dan pemilik Malaga asal Qatar Al-Thani mengatakan timnya yang seharunya menang.

Ia mengatakan dalam akun Twitter, "Sayang sekali hasilnya seperti ini, tidak adil dan rasis."

Al-Thani dari keluarga kerajaan Qatar membeli Malaga bulan Juni 2010.

Serangkaian masalah keuangan menyebabkan Malaga dilarang untuk berlaga dalam turnamen Eropa untuk satu musim walaupun bisa masuk kualifikasi di Liga Spanyol.

'Bukan sepak bola, tapi rasisme'

Al-Thani menambahkan, "Ini bukan sepak bola, namun rasisme."

"Saya akan membuka penyelidikan menyeluruh (melalui) UEFA menyangkut keluarnya tim Spanyol dengan cara seperti ini," kata Al-Thani.

Sementara itu, pelatih Malaga Manuel Pellegrini mengatakan, "Sepak bola menyangkut banyak faktor."

Setelah pertandingan pertama di Spanyol berakhir tanpa gol, Malaga sebenarnya hanya perlu beberapa menit bertahan untuk melaju ke semifinal Liga Champions setelah Eliseu membuat Malaga unggul 2-1, juga dari posisi offside.

Namun gol Marco Reus dan Santana memastikan kemenangan Dortmund untuk melaju ke semifinal.

Berita terkait