Wenger: RVP 'bukan' penentu nasib MU

Arsene Wenger
Image caption Wenger merasa kinerja anak asuhnya tidak jelek meski gagal meraih trofi bertahun-tahun ini.

Manajer Arsenal Arsene Wenger yakin kinerja Manchester City yang naik-turun adalah penyebab utama perpindahan gelar juara di arena Liga Primer, bukannya karena gol-gol bekas anak asuh Wenger, Robin van Persie.

Penjualan Van Persie ke United dari Arsenal musim lalu, menurut pelatih City Roberto Mancini merupakan penentu arah Liga Primer musim ini sehingga Old Trafford kemudian memboyong gelar juara.

Menjelang laga antara United dan Arsenal, Wenger mengatakan MU jelas menunjukkan permainan mereka yang konsisten sepanjang musim ini merupakan buah kerja keras seluruh tim bukan keunggulan satu pemain saja.

"Anda bisa bilang Robin memang membawa hasil, tetapi tim lain tidak bisa mendekati United tahun ini seperti yang dilakukan Man City, yang memang menang tahun lalu. Tahun ini (lebih) seperti jalur satu jalan," kata Wenger menganalisis seperti ditulis Press Association Sport.

'Selalu di sana'

Bahkan bila RvP, nama populer Van Persie, tak dijual pada United pun, pemain asal Belanda itu tetap akan meninggalkan kubu Emirates karena ia ogah meneken kontrak baru kata Wenger.

"Persoalan utamanya adalah (kontrak) Robin tinggal satu tahun lagi dan dia menolak perpanjangan," tegas pelatih asal Prancis itu.

Di Liga Primer posisi Arsenal terpaut sejauh 21 poin dari juara musim ini, Manchester United, dan fans bertanya-tanya seperti apa penampilan klub kesayangan mereka saat berhadapan dengan klub yang kini jadi rumah RvP itu.

Meski muncul banyak kritik dan cacian seperti musim-musim lalu, Wenger berkeras bahwa kinerja Arsenal tidak seburuk yang dialami banyak klub top Inggris lainnya.

"Yang pertama, yang kami capai musim ini adalah kami tidak berakhir di posisi 12 atau 16 dalam semusim. Kami selalu berada di posisi empat besar," tambahnya.

"kami selalu ada di situ, juga selalu ada di babak final Liga Champions tanpa pernah kalah pada periode itu."

"Ya kami kehilangan gelar, kami selalu kalah beberapa kali menjelang penentuan gelar juara pada periode ini, tapi saya yakin kami akan kembali bangkit lagi."

Berita terkait