Barton kritik QPR pasca relegasi

  • 29 April 2013
joey barton
Image caption Joey Barton kecewa dengan QPR yang terdepak dari Liga Premier.

Pemain tengah Queens Park Rangers (QPR), Joey Barton, mengkritik rekan-rekan satu tim dan mantan manajer Mark Hughes setelah QPR terdepak dari Liga Premier.

Barton yang kini dipinjamkan pada Marseille berujar lewat akun Twitter-nya. "Saya tidak percaya QPR terelegasi dan [Jose] Bosingwa berjalan melalui terowongan dengan tertawa!"

Dia mengaku 'patah hati untuk kekalahan klub' dan mempertanyakan beberapa pemain-pemain yang direkrut Hughes.

Seperti diketahui, QPR tersingkir dari Liga Premier bersama Reading setelah bertanding imbang tanpa gol pada Minggu (28/04) di Stadion Madejski.

Pesepakbola berusia 30 tahun ini berharap akan ada perubahan dalam permainan QPR ke depan. Jika tidak, dia khawatir nasib QPR akan sama dengan situasi yang dialami Wolverhampton Wanderers.

Musim lalu, Wolves terrelegasi dari Liga Premier dan dalam waktu 12 bulan kemudian turun lagi satu tingkat ke bawah, Liga Satu.

Harus berubah

Manajer QPR, Harry Redknapp, sebelumnya sudah mengakui kemungkinan besar timnya akan terlempar ke luar dari Liga Primer, dan terbukti benar setelah QPR bermain imbang dengan Reading.

"Klub dan pendukung yang menjadi perhatian saya," kata Barton. "Mereka tidak bisa pindah klub atau berpindah aliansi, mereka yang harus memungut keping-keping kekalahan," tambah Barton.

"Banyak hal harus berubah jika mereka ingin memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan tahun depan. Klub harus berbenah dari atas ke bawah. Saya berharap mereka berhasil melakukan itu."

"Percaya atau tidak saya benar-benar patah hati untuk QPR -Saya rasa lebih dari perasaan beberapa skuad yang bermain saat ini."

"Jika media ingin melakukan protes ketika saya mengatakan pemain tidak seharusnya tertawa setelah mereka telah terrelegasi, biarlah. Jika saya bekerja sepanjang pekan dan membaya untuk menonton tim saya dan saya melihat itu. Saya akan marah."

"Saya tidak peduli di level mana Anda bermain. Hal itu tetap salah."

Manajer QPR, Harry Redknapp, sebelumnya pernah mengemukakan keraguannya apakah dia dapat meyakinkan Barton untuk kembali ke klub setelah masa peminjaman di Marseille selesai ketika musim berakhir.

Barton mengatakan jika tim terrelegasi maka sepertinya tak mungkin dia kembali ke QPR.

Manajer QPR sebelum Hughes, Neil Warnock, menandatangani kontrak Barton selama empat tahun pada Agustus 2011 dengan status bebas transfer.

Berita terkait