Lagi, rusuh akibat suporter bola

  • 6 Mei 2013
Image caption Pendukung setia PSIS Semarang dalam sebuah laga di kandangnya sendiri.

Bentrokan warga Grobogan dengan suporter PSIS Semarang terjadi sejak Minggu (5/5) petang, setelah usai laga klub asal Semarang itu melawan klub kebanggaan setempat, Persipur Grobogan.

Menurut laporan yang tengah diselidiki polisi, bibit bentrok sudah muncul sejak para suporter membanjiri stadion Grobogan dengan mengendarai truk, kendaraan roda empat, serta roda dua.

"Sikap mereka kurang simpatik lah, jadi warga jengkel," kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes (Pol) Djihartono kepada Dewi Safitri dari BBC.

Para pendukung kesebelasan tamu disebut-sebut membeli BBM tanpa bayar bahkan kemudian melempari dan merusak stasiun Pengisian BBM setempat.

Mereka juga disebut menjarah isi sebuah toko swalayan dan melempari rumah penduduk dengan batu.

"Tetapi kami masih menyelidiki kebenaran laporan karena kondisi bentrok banyak rumor beredar," tambah Djihartono.

Isu warga tewas

Muncul isu seorang warga setempat tewas karena ditabrak salah-satu truk pengangkut suporter, namun polisi mengatakan dua insiden ini tidak saling terkait.

"Memang ada korban meninggal, tetapi karena kecelakaan. Hubungannya juga belum jelas sedang kami dalami."

Pertandingan akhirnya selesai dengan skor 0-0 namun massa warga yang marah telah memblokade jalan raya menuju Semarang.

Di pertigaan desa Klampok Kecamatan Godong, warga menghentikan kendaraan pendukung PSIS sejak semalam.

Adu batu dan senjata tajam disebut-sebut telah mengakibatkan jatuhnya sejumlah korban luka, tetapi menurut polisi, massa akhirnya dapat dibujuk agar membuka blokade yang berjalan lebih dari 15 jam.

Jarang di Jateng

Polisi mengerahkan pasukan cukup besar dalam operasi pengamanan ini, termasuk dengan mengerahkan personel anti huru-hara Dalmas, Brimob serta TNI.

"Sekitar tujuh SSK, dari Polda saja tiga (SSK). Sisanya dari Polsek sekitar termasuk Demak dan Kudus," tambah Djihartono.

Polisi juga mengerahkan truk polisi dan TNI untuk mengangkut massa suporter dari lokasi bentrok.

Meski kasus bentrokan melibatkan suporter kerap terjadi di Indonesia, insiden tidak banyak tercatat terjadi di Jawa Tengah.

Dalam insiden sebelumnya tahun lalu, suporter asal Surabaya tewas setelah suporter asal Bojonegoro melakukan razia penumpang kereta pendukung Persebaya terkait pertandingan melawan Persibo.

Berita terkait