WTA pilih Singapura sebagai tuan rumah turnamen tahunan

Serena Williams
Image caption Serena Williams, juara WTA saat ini, menundukkan Maria Sharapova tahun 2012.

Asosiasi Tenis Putri (WTA) memilih Singapura sebagai tuan rumah turnamen tahunan selama lima tahun mendatang mulai 2014.

Kejuaraan tenis yang digelar di Istanbul, Turki, antara 2011 dan 2013 ini dianggap paling bergengsi setelah empat Grand Slam.

Dua calon tuan rumah lain sebelumnya adalah Monterrey di Meksiko dan Tianjin, Cina.

Delapan pemain tunggal putri papan atas serta delapan pemain ganda akan ikut bertanding dengan hadiah sebesar US$6,5 juta.

Jumlah hadiah ini naik dari US$5,5 juta tahun 2012 dan US$6 juta tahun 2013.

Strategi kawasan

"Kemitraan ini adalah yang paling besar dan paling penting dalam sejarah Turnamen WTA. (Kemitraan) ini adalah rekor," kata pemimpin eksekutif WTA, Stacey Allaster.

World Sport Group (WSG), anak perusahaan Lagardere Unlimited dengan dukungan dari Dewan Olahraga Singapura dan Dewan Wisata Singapura, mewakili Singapura untuk pencalonan ini.

Dipilihnya Singapura merupakan bagian dari tujuan WTA untuk mengembangkan tenis putri di kawasan Asia Pasifik.

"(Tujuan) itu merupakan salah satu elemen di balik keputusan kami," kata Allaster kepada BBC.

"kami ingin meningkatkan dan mengembangkan strategi kami di kawasan dengan fokus di Asia Tenggara," tambahnya.

Ia mengatakan dipilihnya Singapura merupakan "aset strategi lain" selain balap Formula Satu.

Juara bertahan turnamen ini adalah Serena Williams, yang mengalahkan Maria Sharapova dalam final 2012.

Turnamen WTA pertama kali diselenggarakan tahun 1972 dengan tuan rumah termasuk Los Angeles, New York, Munich, Madrid, Doha dan saat ini Istanbul.

Berita terkait