Prancis larang perayaan kemenangan PSG

Kerusuhan PSG
Image caption Perusuh merusak toko-toko dan melempar bom asap ke arah polisi.

Kementerian Dalam Negeri Prancis melarang perayaan kemenangan Paris Saint-Germain (PSG) yang sedianya akan diadakan di gedung Balai Kota Paris Rabu besok (15/05).

Larangan dikeluarkan setelah perayaan kemenangan tim di ajang liga Perancis diwarnai kerusuhan Senin malam (13/05).

Sedikitnya 30 orang mengalami luka-luka ketika polisi antihuru-hara berhadapan dengan kelompok perusuh sepak bola di lapangan Trocadero.

Pemain-pemain PSG semula dijadwalkan akan memamerkan trofi pertama yang diraih klub selama 19 tahun terakhir di Balai Kota Paris.

PSG memenangi pertandingan melawan Lyon 1-0 dan selanjutnya merebut trofi pertama di liga domestik sejak 1994.

Memulihkan citra

Acara-cara perayaan lain terkait kemenangan tim asuhan Carlo Ancelotti, termasuk arak-arakan dengan perahu di Sungai Seine, dibatalkan.

Ketika mengumumkan larangan pada Selasa (14/05), Menteri Dalam Negeri Manuel Valls mengatakan acara-acara umum yang melibatkan PSG tidak mungkin diadakan dalam waktu dekat.

Kepolisian Paris mengukuhkan bahwa PSG dilarang menggelar perayaan umum.

"Tidak akan ada lagi demonstrasi di Paris untuk merayakan kemenangan Paris Saint-Germain," kata Kepala Kepolisian Paris Bernard Boucault.

Puluhan orang ditangkap terkait kerusuhan Senin malam. Para perusuh, termasuk pendukung PSG, merusak toko-toko dan melempar bom asap ke arah polisi.

Wartawan BBC di Paris Hugh Schofield melaporkan kerusuhan itu merupakan pukulan serus bagi PSG dalam upaya memulihkan citranya menyusul kekerasan selama bertahun-tahun yang terjadi di klub itu.

Berita terkait