Sanksi rasisme FIFA termasuk relegasi

FIFA rasisme
Image caption Presiden FIFA Sepp Blatter mengatakan banyak yang harus dilakukan untuk menangani rasisme.

FIFA menyepakati langkah baru dalam menangani rasisme dengan sanksi bagi tim sepak bola termasuk relegasi atau dikeluarkan dari liga bila terlibat dalam insiden serius.

Pelanggaran pertama atau minor akan menghadapi peringatan, denda atau pertandingan di stadion tertutup.

Tim-tim yang terus melakukan pelanggaran dapat menghadapi hukuman pengurangan poin, pencoretan dari liga atau relegasi.

Jeffrey Webb, kepala gugus tugas antirasisme FIFA, mengatakan keputusan itu merupakan "saat yang menentukan."

Ia menambahkan, "Keluarga sepak bola menyadari apa yang dilaporkan media hanyalah kurang dari 1% insiden yang terjadi di seluruh dunia."

"Kami harus mengambil langkah ini sehingga bila kita tilik 20 sampai 50 tahun mendatang, saat ini adalah waktu yang menentukan bahwa kita telah mengambil langkah menentang rasisme dan diskriminasi."

Larangan masuk stadion

Badan sepak bola dunia, FIFA, meloloskan resolusi antirasime dengan suara mayoritas 99% dalam kongres di Mauritius.

Langkah lain yang disepakati dalam kongres termasuk siapapun yang melakukan pelanggaran rasisme akan dilarang masuk stadion minimal lima pertandingan.

Richard Conway, wartawan BBC Sport yang meliput kongres, mengatakan sejumlah pihak khawatir atas mereka yang menentang langkah keras menangani rasisme.

"Mantan tahanan apartheid Afrika Selatan Tokyo Sexwale, yang saat ini adalah anggota FIFA, mendesak kongres untuk memeriksa kamera untuk meneliti siapa yang menentang peraturan keras menentang rasisme itu," kata Conway.

"Sexwale mengatakan suara 1 % menentang langkah keras itu menunjukkan bahwa sepak bola harus berjuang keras melawan rasisme," tambahnya.

Presiden FIFA, Sepp Blatter mengatakan memang banyak yang harus dilakukan untuk menghapuskan rasisme.

FIFA membentuk gugus tugas menangani isu ini setelah pertandingan persahabatan AC Milan dan Pro Patria dihentikan karena teriakan rasis.

Keputusan gugus tugas itu termasuk menempatkan ofisial di dalam stadion untuk mengamati kemungkinan tindak rasisme dan membantu tekanan terhadap wasit.

Berita terkait