Nadal sempat pesimistis bisa juara di Prancis Terbuka

Nadal
Image caption Nadal menjuarai Prancis Terbuka untuk kedelapan kalinya.

Rafael Nadal mengatakan ia dan timnya sempat pesimistis bisa menjuarai turnamen Grand Slam Prancis Terbuka 2013.

"Lima bulan lalu, di tim saya tak ada yang berani bermimpi bahwa saya akan juara karena kami mengira menjuarai Prancis Terbuka tahun ini adalah tidak mungkin," ungkap Nadal.

Nadal cedera serius di bagian lutut kiri tahun lalu yang memaksanya absen dari tenis hingga Februari. Grand Slam terakhir yang ia ukuti sebelum Prancis Terbuka adalah Wimbledon 2012.

Namun ia berhasil mengubah keadaan dan menjuarai Prancis Terbuka dengan mengalahkan David Ferrer di babak final, hari Minggu (09/06).

Nadal menang tiga set langsung 6-3 6-2 dan 6-3.

Belum 100%

Ia menyebut tahun ini sebagai tahun yang luar biasa. "Prestasi saya sejauh ini sungguh membuat saya bahagia," kata Nadal.

Kemenangannya di babak final -yang juga gelar juaranya yang kedelapan- membuat Nadal menjadi petenis paling sukses di Roland Garros.

Dalam sejarah tak ada petenis yang bisa menjuarai turnamen ini delapan kali.

Soal cedera yang ia alami, Nadal mengatakan bahwa sebenarnya kondisinya belum pulih 100%.

Ia mengatakan pertandingan semifinal melawan Novak Djokovic, yang berlangsung lima set, sangat melelahkan.

"Bagusnya adalah saya tak merasakan nyeri setelah pertandingan semifinal. Jadi, saya bisa bermain maksimal di babak final," kata Nadal.

Berita terkait