Murray: banyak tekanan di Wimbledon

  • 18 Juni 2013
Andy Murray
Sejak menjadi petenis nomor satu Inggris, Murray selalu diburu penggemar.

Petenis nomor satu Inggris Andy Murray mengakui besarnya tekanan yang dirasakannya menjelang tampil di arena Wimbledon meski ia mengaku kini lebih mampu mengatasi tekanan itu.

Petenis asal Skotlandia berusia 26 tahun ini juga mengatakan menyiapkan diri sebelum turnamen akbar kelas Grand Slam sangat berat namun ia juga senang bisa bermain di depan publik tanah air yang mengunggulkannya.

Tahun lalu Murray melaju ke final Wimbledon, namun kemudian impian menggenggam trofi juara musnah disambar Roger Federer.

Bagi sejumlah petenis top dunia, arena Wimbledon yang berwujud lapangan rumput terbuka serta menyediakan hadiah uang terbesar di dunia, selalu menjadi salah satu favorit.

Kepedihan Murray kalah di Wimbledon terobati beberapa pekan berikutnya setelah ia ganti mengalahkan Federer di arena tenis putra Olimpiade London, juga di lapangan yang sama.

"Ada banyak tuntutan di Wimbledon, tapi saya kini lebih siap mengadapai tekanan ini dan paham bagaimana saya harus bermain dalam jenjang berikutnya di arena turnamen besar," kata Murray.

Dibuntuti

Kemenangan seri Grand Slam pertamanya di AS Terbuka lalu menurut Murray telah mengurangi besarnya tekanan itu.

"Menang titel grand slam adalah target dari semua sesi latihan yang saya jalani."

Dalam wawancara dengan Radio Times pekan ini, Murray mengaku yang sulit dihadapinya adalah menjelang berlangsungnya turnamen.

"Orang membuntuti saya kemana-mana sehingga ada tekanan waktu dalam jadwal saya."

Seperti ditulis kantor berita PA Sports, Murray mengaku sangat gundah karena terpaksa melewatkan ajang Prancis Terbuka yang baru lewat karena cedera.

Bersama para petenis terbaik dunia lainnya, Murray yang kini duduk di ranking dua petenis pria dunia ini akan mulai meramaikan Wimbledon mulai 24 Juni pekan depan.

Berita terkait