Tiga pemain masa depan Spanyol

Timnas Spanyol
Image caption Timnas Spanyol merupakan juara bertahan Piala Dunia dan Piala Eropa.

Banyak pemain yang kuat dan berkualitas di Timnas Spanyol, juara bertahan Piala Dunia dan Piala Eropa, namun agaknya keberhasilan mereka selama beberapa tahun belakangan adalah kuartet di barisan tengah: Sergio Busquets, Xabi Alonso, Xavi, dan Andres Iniesta.

Dengan Busquets melindungi barisan pertahanan, Alonso mendampingi untuk mengoper ke seluruh lapangan, dan Xavi menjadi penghubung, maka Iniesta bisa bergerak di pinggiran kotak penalti.

Keempat pemain kunci Spanyol itu total turun dalam 369 pertandingan untuk membangun landasan bagi sebuah tim yang istimewa.

Berita buruknya bagi La Roja -namun menjadi berita baik bagi tim nasional lainnya- adalah tiga di antara mereka mungkin akan turun terakhir kali di Piala Dunia 2014 mendatang, yaitu Alonso (31 tahun, Xavi (33), dan Iniesta (29).

Tapi apakah Timnas Spanyol sudah berada di ujung kejayaanya?

Kemenangan Spanyol dalam Kejuaraan Eropa di bawah 21 tahun setelah mengalahkan Italia dengan angka 4-2 memperlihatkan bahwa para penerus sudah menanti di tepi lapangan.

Tiga pemain tengah Tim Spanyol U-21 memang bukan pengganti dari tiga pemain tengah senior namun mereka siap menjadi bintang besar.

Xabi Alonso yang baru: Asier Illarramendi

Aiser Illrramendi memulai karirnya di klub Real Sociedad dan menjadi perhatian orang karena berperan penting bagi Sociedad yang lolos ke Liga Champions musim mendatang.

Kisah yang hampir sama dengan Xabi Alonso, yang reputasinya berkembang saat Sociedad menjadi juara dua La Liga musim 2002-2003 sebelum pindah ke Liverpool.

Bagi Illaramendi, permainannya di lapangan tengah mengantarkan klubnya dengan tidak diduga berhasil menduduki peringkat empat La Liga.

Illarramendi masuk dalam Tim Spanyol U-21 yang bertanding di Kejuaraan Eropa di Israel dan banyak pengamat yang mengatakan dia pemain paling penting dalam tim tersebut.

Tidak mengherankan jika klub kelas dunia seperti Arsenal disebut-sebut tertarik merekrutnya setelah penampilannya di Israel.

Sama seperti Alonso, dia berada di depan barisan gelandang untuk mengatur aliran dan tempo permainan dengan kemampuan mengoper yang indah.

Disiplin dan kesadaran akan posisi menjadi landasan bagi para penyerang untuk bergerak dengan bebas dan hanya tinggal soal waktu saja sebelum dia masuk ke timnas senior.

Pengganti Xavi: Thiago Alcantra

Pernyataan bahwa pemain tengah Thiago berasal dari latar belakang sepakbola sebenarnya mungkin agak meremehkan karena keluarganya bukan sekedar pemain sebak bola, tapi pemain berprestasi.

Ayahnya, Mazinho, adalah pemain Timnas Brasil yang ikut meraih Piala Dunia pada tahun 1994 sedangkan adiknya, Rafael yang lebih dikenal dengan panggilan Rafinha, merupakan keluaran akademi Barcelona atau La Masia yang sudah beberapa kali memperkuat tim utama Barcelona.

Thiago lahir di Italia ketika ayahnya bergabung dengan Lecce dan kemudian menghabiskan sebagian masa kecilnya di Brazil sebelum pindah ke Spanyol sebagai seorang remaja.

Dia merupakan produk akademi Barcelona dan pertama kali memperkuat tim senior Barcelona tak lama setelah ulang tahunnya yang ke-18 tahun.

Dia menjadi kapten Timnas Spanyol U-21 dan mencetak hat-trick yang indah di final saat mengalahkan Italia 4-2 dengan gol lewat sundulan kepala, kaki kiri, dan kaki kanan.

Penampilan itu agak 'menyesatkan' karena sebenarnya Thiago bukan pencetak gol apalagi sampai menciptakan hat-trick.

Namun dia amat mahir dalam menguasai bola melepas operan dengan sekali sentuh dan melakukan berbagai kiat. Dia juga pemberi umpan yang indah -walau kadang agak terlalu ambisius- dan sudah disebut-sebut di Nou Camp sebagai pewaris alami Xavi.

Bagaimanapun Thiago tampaknya agak frustasi karena tidak selalu turun sebagai pemain tim utama di Barcelona.

Manchester United dan Bayern Muenchen disebut-sebut tertarik menariknya sementara Barca dilaporkan berupaya untuk menahannya.

Anders Iniesta baru: Isco

Francisco Roman Alarcon Suarez adalah peraih penghargaan Golden Boy 2012 untuk pemain muda terbaik di Eropa, juga meraih La Liga Breakthrough Player 2011-2012, dan juara pemain terbaik European U-21 tahun 2013.

Dipanggil dengan nama Isco, pendukung setia Barcelona ini merupakan pemain yang amat berbakat. Anjingnya diberi nama Messi -karena kecintaannya atas Barcelona sejak masih kecil- namun dia idola sebenarnya adalah Andres Iniesta.

Sama seperti pujaannya, bintang Malaga ini merupakan penggiring bola yang mempesona dengan kemampuan menjaga keseimbangan pemain lain dan mampu memotong pertahanan lawan.

Dan dia lebih baik dari Iniesta dalam hal mencetak gol. Musim lalu dia mencetak 17 gol untuk Malaga dan Timnas Spanyol U-21.

Manchester City dan Real Madrid berada di depan untuk merekrutnya dan dia sudah mengaku bahwa tawaran dari kedua klub itu sudah di atas meja dan masa depannya mungkin akan diputuskan pada akhir Juni.

Spekulasinya adalah dia akan mengikut manajernya Manuel Pellegrini yang pindah ke Manchester City dan jika memang itu yang terjadi maka jelas City akan menjadi kekuatan yang mengancam.

Kepindahan Isco tampaknya mendapat dukungan dari rekan-rekannya di Malaha, yang mengakui bahwa Isco terlalu bagus untuk klub seperti Malaga.

Disadur dari BBC Sport

Berita terkait