Rahasia kemenangan Murray di ajang Grand Slam

  • 12 Juli 2013
Ivan Lendl dan Andy Murray
Image caption Setelah gagal di empat final Grand Slam, Murray minta Lendl menjadi pelatih.

Begitu menyudahi perlawanan Novak Djokovic di final Wimbledon 2013, Andy Murray merayakan kemenangan dengan naik ke tribun penonton dan memeluk sang pelatih, Ivan Lendl.

Mantan petenis Ceko ini menjadi orang pertama yang mendapatkan ucapan terima kasih dari Murray.

Ini bisa dipahami karena berkat tangan dingin Lendl, Murray berubah menjadi salah satu petenis paling tangguh di dunia.

Hasilnya dua piala Grand Slam diraih, Amerika Serikat Terbuka dan Wimbledon, hari Minggu lalu (07/07).

Gelar di Wimbledon ini memiliki arti khusus karena Murray mengakhiri paceklik juara oleh petenis Inggris di Wimbledon yang sudah berlangsung 77 tahun.

Ekspektasi yang sangat besar, yang ditempatkan di pundak Murray bisa diatasi dan ia menang tiga set langsung melawan Djokovic, petenis nomor satu dunia saat ini.

Murray dan Lendl memiliki kesamaan.

Mereka adalah dua petenis dunia sama-sama gagal juara di empat final Grand Slam pertama.

Pengalaman juara

Jadi, Lendl tahu betul bagaimana rasanya ketika Murray seakan tak berdaya menghadapi lawan di final Australia Terbuka atau di Wimbledon.

Padahal lawan yang dihadapi Murray pernah ia kalahkan di turnamen non-Grand Slam. Tapi begitu turun di turnamen akbar, aura Murray sepertinya langsung meredup.

Situasi ini diubah Lendl dengan meminta Murray untuk meyakini sepenuhnya bahwa Roger Federer, Rafael Nadal, dan Djokovic juga bisa dikalahkan di turnamen Grand Slam.

Kepercayaan diri ini mengubah gaya dan pendekatan Murray.

Ia sekarang lebih banyak menyerang, makin sering berlari mendekati net, dan menekan lawan. Upaya menyuntikkan mental juara ke otak Murray telah membuahkan hasil.

Mantan pelatih Murray, Miles Maclagan, mengatakan nasehat seperti ini sebenarnya sudah pernah ia sampaikan ke Murray.

"Apa yang dikatakan Lendl kepada Murray sudah sering saya sampaikan," ungkap Maclagan kepada media di Inggris.

"Perbedaannya adalah nasehat Lendl mungkin sepertinya lebih bermakna karena dikeluarkan oleh orang yang pernah delapan kali menjuarai turnamen Grand Slam," kata Maclagan.

Berita terkait