Tyson Gay dan Asafa Powell positif doping

gay dan powell
Image caption Gay dan Powell masih tercatat sebagai pelari tercepat dunia saat ini.

Pelari cepat AS Tyson Gay dan mantan pemegang rekor 100 meter asal Jamaika Asafa Powell gagal dalam uji doping.

Gay, 30, yang menjadi salah satu pelari tercepat di nomor 100 meter, oleh badan anti doping AS dinyatakan positif menggunakan doping dalam sebuah kompetisi di bulan Mei lalu.

Sementara Powell dinyatakan positif menggunakan zat stimulan yang dilarang saat ikut dalam kejuaraan nasional Jamaika, Juni kemarin.

Pelari Jamaika lainnya Sherone Simpson juga gagal dalam uji doping yang sama.

Ini merupakan skandal doping terbaru di ajang atletik setelah sebulan yang lalu juara Olimpiade asal Jamaika Veronica Campbell-Brown juga dinyatakan positif menggunakan doping jenis diuretic.

Powell pernah memegang rekor 100m sebelum dipecahkan Usain Bolt di tahun 2008. Dan hingga saat ini dia masih menduduki peringkat ke-empat sebagai pelari tercepat di dunia.

Powell turut membantu Jamaika memenangkan medali emas estafet 400m di Olimpiade Beijing 2008.

Tahun ini dia mencatat rekor 9,88 detik tetapi gagal masuk dalam tim Jamaika yang akan bertanding di Kejuaraan Dunia bulan depan.

'Terima hukuman'

"Saya ingin menjelaskan kepada keluarga, teman dan yang utama adalah para pendukung saya di seluruh dunia bahwa saya tidak pernah secara sadar atau sengaja menggunakan suplemen atau obat yang melanggar peraturan,'' kata Powell dalam sebuah pernyataan tanggapan.

"Saya tidak pernah atau sekalipun berbuat curang,'' belanya.

Sementara bagi Tyson Gay, vonis doping ini menjadi pukulan baginya karena pada tahun 2013 dia sebenarnya mencatat waktu yang tercepat tiga kali meski sempat absen setahun penuh pada 2011 lalu menyusul operasi pinggul.

Tyson Gay masih menunggu untuk hasil dari sampel B tes urinnya.

Bagaimanapun dia telah menyatakan mundur dari Kejuaraan Dunia bulan depan di Moskow.

"Saya tidak mempunyai kisah sabotase... Saya pada dasarnya mempercayai seseorang dan itu mengecewakan,'' ungkapnya.

"Saya tahu apa yang terjadi, tetapi saya tidak bisa membahasnya saat ini.''

"Saya berharap bisa kembali berlari, tetapi saya akan menerima apapun hukumannya selayaknya seorang lelaki.''

Berita terkait