Inggris diminta hentikan impor pemain muda

  • 13 Agustus 2013
Tim junior Inggris
Image caption Tim junior Inggris gagal mencatat prestasi gemilang di Piala Eropa.

Jamie Carragher mendesak otorita sepak bola Inggris menghentikan impor pemain-pemain muda.

Mantan pemain belakang Liverpool ini mengatakan pemain muda asing berdampak buruk terhadap kualitas tim nasional.

"Akademi sepak bola milik klub di Inggris semestinya dilarang membeli pemain muda dari luar negeri," kata Carragher kepada media di Inggris yang terbit hari Selasa (13/08).

"Pemain asing punya kontribusi besar di liga, namun lihat situasinya sekarang. Tim junior dan tim cadangan sekarang dipenuhi oleh pemain-pemain asing," kata Carragher yang sekarang menjadi komentator sepak bola di televisi.

"Ini membuat pemain-pemain muda dalam negeri sulit berkembang. Berikan kesempatan kepada para pemain muda Inggris," tambahnya.

Gary Neville, mantan pemain Manchester United, juga memiliki pandangan senada.

Menurut Neville minimnya pengalaman terjun di berbagai pertandingan ikut menjadi faktor penghalang regenerasi pemain bola di Inggris.

Regenerasi pemain

Liga Primer mengatakan 95% pemain yang berada di berbagai akademi, yang berusia 16 hingga 18 tahun, berasal dari dalam negeri, sementara jumlah pemain Inggis yang terjun di kompetisi Liga Primer di bawah usia 21 tahun mencapai 75%.

Namun di tingkat senior, jumlah pemain Inggris di Liga Primer terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Carragher mengatakan, bagi klub biaya membeli pemain-pemain muda dari luar negeri tergolong murah.

"Anda mengeluarkan uang £250.000 untuk membeli pemain muda asing. Dan Anda mungkin akan membeli beberapa pemain dengan harapan satu atau dua di antaranya akan menjadi pemain bintang," katanya.

"Kalau pun nantinya pemain-pemain ini tak berkembang, Anda akan mengatakan tak masalah karena ongkosnya tak begitu besar. Tapi dalam jangka panjang, mekanisme ini merugikan tim nasional," kata Carragher.

Berita terkait