Eto'o dan Mourinho, antara benci dan cinta

  • 14 September 2013
Image caption Samuel Eto'o dan Jose Mourinho saat memperkuat Inter Milan.

Pemain depan Chelsea, Samuel Eto'o mengaku pernah membenci pelatihnya, Jose Mourinho, tetapi belakangan berubah mencintainya.

Pemain berusia 32 tahun ini mengatakan Mourinho memegang peranan penting dalam kepindahannya ke Chelsea setelah mereka dulu bersama-sama ikut mengantar Inter Milan meraih juara Liga Champions 2010.

"Semula saya merasa nyaman bermain di Rusia, sebelum Mourinho menelpon saya agar mempekuat Chelsea," katanya. "Saya pikir, ini tawaran yang sungguh menarik... Chelsea adalah klub yang fantastis."

Namun demikian, pemain asal Kamerun ini mengaku kepada BBC Sport bahwa hubungan mereka dahulu tidak selalu baik.

"Hubungan saya dengan Jose sungguh menarik," kata Eto'o kepada Football Focus.

"Pada awalnya, hubungan itu penuh kebencian, tapi itu kemudian berangsur-angsur tumbuh menjadi cinta."

Dia kemudian mengungkapkan sebuah peristiwa yang kemudian dia sesali.

"Saya ingat pada sebuah laga, kami berkelahi. Kami lantas saling menyalahkan,"ungkap Eto'o.

"Kami kemudian menyesali kejadian itu. Tapi, saya suka dia karena dia berbicara melalui masalah, dia menanganinya seperti layaknya pria. Kualitas seperti inilah yang saya sukai. Jika ada kesempatan bekerja sama dengannya, saya akan merebut kesempatan itu."

Kemampuan Mourinho untuk berbicara secara apa adanya, juga membuatnya berbeda dengan pelatih lainnya, kata Eto'o.

'Dibuang' Barcelona ke Inter

Image caption Samuel Eto'o dikontrak Chelsea selama setahun.

Dalam perjalanan karir profesionalnya, Eto'o memulainya di Real Madrid, namun dia dipinjamkan ke Leganes dan Real Mallorca, sebelum akhirnya membuat langkah permanen ke Mallorca pada 1999.

Sebagai pemain depan, Eto'o berperan penting ketika timnas Kamerun menjuarai Piala Afrika 2002, memenangkan Copa del Rey sebelum bergabung dengan Barcelona pada 2004.

Selama di Nou Camp, dia berperan memenangkan Liga Champions sebanyak dua kali -- pada 2006 dan 2009, serta memenangkan Liga Spanyol sebanyak tiga kali.

Pada tahun 2009, Barcelona membayar £ 40m kepada Inter ditambah Eto'o untuk mendapatkan Zlatan Ibrahimovic. Eto'o kemudian meninggalkan Barca dan ikut memenangkan Liga Champions di musim pertamanya bersama Inter Milan, yang saat itu dilatih Mourinho.

Kini, Eto'o telah menandatangani kontrak selama setahun dengan klub asal London barat, setelah pindah dari klub Rusia, Anzhi Makhachkala, dengan status bebas transfer.

Mantan pemain Barcelona ini pernah menjadi pemain bergaji tertinggi di dunia ketika dia pindah ke Anzhi pada tahun 2011.

Tetapi akibat kondisi keuangan klubnya, sehingga tidak bisa menjamin gelontoran dana besar-besaran seperti dulu, Eto'o kemudian dilepas ke Chelsea.

Berbicara pada peluncuran pertama dari sembilan novel grafis tentang hidupnya, Eto'o mengharapkan kerjasamanya dengan Mourinho kali ini dapat membuahkan keberhasilan, seperti mereka dulu berlabuh di Inter Milan.

Berita terkait