Hasley: Wasit Liga Primer bisa bunuh diri

  • 16 September 2013
Mark Halsey
Image caption Mark Halsey pernah diancam dan dilecehkan di Twitter.

Mantan wasit Liga Primer, Mark Hasley, memperingatkan kemungkinan bunuh diri wasit akibat tekanan pekerjaan yang terlalu besar.

Kekhawatiran ini ia sampaikan dalam buku yang cuplikannya dimuat oleh media di Inggris.

Hasley yang kini berusia 52 tahun dan mundur pada akhir musim lalu mengatakan gangguan kejiwaan bisa diderita wasit Liga Primer.

"Saya meyakini bila kami tidak mendapatkan bantuan dan dukungan, maka akan ada wasit yang bunuh diri," kata Hasley.

Dukungan yang dimaksud adalah cara, panduan, dan pendampingan untuk wasit dalam mengatasi penyakit jiwa dan stress.

Dalam buku ini Hasley antara lain memaparkan kasus yang menimpa Babak Rafati, wasit di Bundesliga yang ditemukan tergolek di kamar mandi dengan pergelangan tangan tergores.

Kasus penalti United

Nyawa Rafati bisa diselamatkan setelah menjalani perawatan kejiwaan untuk mengobati depresi yang ia alami.

Hasley menjadi korban ancaman dan pelecehan di Twitter setelah memimpin pertandingan Manchester United-Liverpool musim lalu, yang berakhir dengan kemenangan United 2-1 di Anfield.

Dalam pertandingan ini Hasley mengusir pemain Liverpool, Jonjo Shelvey, dari lapangan dan memberikan tendangan penalti untuk United, yang sukses dieksekusi oleh Robin van Persie.

Hasley melaporkan kasus ini ke polisi dan mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan dukungan dan bantuan dari asosiasi manajer di Liga Primer.

Namun dia juga menyatakan asosiasi ofisial pertandingan mestinya bisa berbuat lebih banyak lagi.

Berita terkait