Petenis peringkat 24 dilarang tanding

  • 17 September 2013
marin cilic
Image caption Marin Cilic berjanji akan melawan keputusan ini dengan mengajukan banding.

Petenis asal Kroasia, Marin Cilic, peringkat 24 dunia, dilarang bertanding selama sembilan bulan karena dinyatakan positif menggunakan zat terlarang nikethamide.

Sisa dari suplemen glukosa ditemukan dalam sampel air seninya saat Cilic hendak bertanding di Munich April lalu.

Sejak mengundurkan diri dari ajang Wimbledon tahun ini Cilic belum bertanding lagi, dan hukuman ini ditanggapinya dengan rencana untuk mengajukan banding pada Pengadilan Arbitrase Olahraga.

Dalam putusannya Federasi Tenis Dunia (ITF) menyatakan larangan tanding berlaku sejak 1 Mei, yang berarti bila dijalani akan berakhir pada 1 Februari.

Cilic, juara turnamen Queen 2012, mengatakan anggota timnya membeli tablet salut gula Coramine di sebuah apotek.

Dalam pernyataannya ia mengatakan tak bisa merinci kasus ini namun menegaskan: "Tanpa saya ketahui, tablet itu mengandung zat yang dilarang dalam kompetisi (tenis)", meski zat tersebut tak dilarang di luar arena tenis.

Tidak sengaja

"Saya berharap dapat menegaskan saya tidak pernah dengan sengaja atau sadar menggunakan zat terlarang apa pun sepanjang hidup dan saya menentang penggunaan zat pemacu prestasi di lapangan olahraga."

Sementara dari ITF muncul penjelasan bahwa mahkamah independen yang dibentuk dalam kasus ini menyimpulkan Cilic tanpa sengaja menggunakan nikethamide sebagai dampak dari penggunaan obat telan itu "tanpa niat memacu kinerjanya bermain saat menggunakannya".

Cilic terakhir mencapai posisi 16 di arena Munich Open namun kini hasil pertandingan itu dianggap hangus, sementara poin untuk penyusunan ranking dan hadiah turnamen berbentuk uang sejak turnamen itu hingga saat pelarangan tandingnya usai akan disita.

Petenis pria yang sempat jadi semi finalis di ajang Australia Terbuka ini merupakan petenis ranking tertinggi di Kroasia.

Ia kalah di babak ketiga Prancis Terbuka lalu dari Viktor Troicki, yang juga dikenai hukuman larangan tanding pada bulan Juli selama 18 bulan karena tak menyerahkan sampel darah di ajang Monte Carlo Masters bulan April.

Berita terkait