Eropa dukung Piala Dunia 2022 digelar di musim dingin

  • 19 September 2013
Piala Dunia Qatar
Image caption Qatar kalahkan empat negara di bursa pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022.

Negara-negara Eropa mendukung usul memindahkan jadwal Piala Dunia 2022 ke musim dingin.

Sikap ini disampaikan wakil presiden FIFA dari Inggris, Jim Boyce, di sela-sela pertemuan 54 anggota UEFA di Dubrovnik, Kroasia, hari Kamis (19/09).

"Kesepakatan pertemuan adalah Piala Dunia 2022 di Qatar tak bisa diselenggarakan di musim panas," kata Boyce.

"Semua orang setuju dengan pandangan tersebut," katanya.

Boyce menambahkan yang perlu dibahas sekarang adalah apakah jadwal Piala Dunia, yang biasanya diselenggarakan pada bulan Juni dan Juli, sebaiknya digeser ke Januari 2022 atau November dan Desember 2022.

Sejumlah pengurus asosiasi sepak bola Inggris sebelumnya menolak usul pergeseran jadwal karena akan mengganggu jadwal kompetisi domestik.

Keinginan untuk melindungi kompetisi dalam negeri tetap disuarakan, dengan harapan jadwal liga pada akhir tahun tidak akan terhapus sementara UEFA ingin Piala Dunia 2022 digelar Januari sehingga tidak mengacaukan jadwal Liga Champions.

Ancaman kompensasi

Boyce mengatakan meski setuju dengan pergeseran jadwal, UEFA minta FIFA tidak terburu-buru mengambil keputusan.

"Masih ada waktu sembilan tahun dan kami ingin FIFA bertemu dengan semua pihak terkait, sehingga keputusannya nanti berdampak minimal terhadap kalender sepak bola," urai Boyce.

FIFA menurut rencana akan membahas jadwal Piala Dunia 2022 dalam pertemuan di Zurich pada 3 Oktober mendatang.

Badan sepak bola dunia ini diyakini cenderung menyelenggarakan Piala Dunia 2022 pada bulan November dan Desember agar tak bertabrakan dengan penyelenggaraan Olimpiade musim dingin.

Di Qatar pada puncak musim panas suhu udara bisa mencapai 50 derajat Celcius dan banyak kalangan mengatakan kondisi ini bisa membahayakan kesehatan para pemain.

Australia, salah satu negara yang mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, mengancam minta kompensasi jika FIFA mengubah jadwal penyelenggaraan.

Namun FIFA menegaskan tidak akan ada ganti rugi baik kepada para calon tuan rumah maupun sponsor, bila Piala Dunia 2022 pada akhirnya digeser ke musim dingin.

Berita terkait