Ditentang usul Blatter geser jadwal Piala Dunia 2022

  • 3 Oktober 2013
Sepp Blatter
Image caption Sepp Blatter mengkhawatirkan tingginya suhu udara pada musim panas di Qatar.

Presiden FIFA, Sepp Blatter, menghadapi penentangan terkait rencana menggeser jadwal Piala Dunia 2022 di Qatar, dari musim panas ke musim dingin.

Blatter pada Agustus lalu menyatakan pihaknya ingin Piala Dunia 2022 digeser dari jadwal tradisional Juni-Juli ke bulan-bulan lain, karena pada Juni-Juli suhu udara biasanya di atas 40 derajat celcius.

"Komite eksekutif akan mengikuti proposal saya. Mereka sudah membahasnya selama beberapa waktu," ujar Blatter ketika itu.

Namun tiga anggota komite eksekutif mengatakan mereka menentang usul pergeseran jadwal Piala Dunia tersebut.

Presiden UEFA, Michel Platini, kepada para wartawan hari Kamis (03/10) mengatakan mustahil menggelar pemungutan suara ketika agenda ini dibahas pengurus FIFA hari Jumat.

Posisi klub-klub besar Eropa

Seorang anggota komite eksekutif kepada BBC Sport mendukung pendapat Platini dan menambahkan bahwa keputusan soal menggeser jadwal Piala Dunia idealnya diambil setelah konsultasi dengan para penyelenggara kompetisi liga dan sejumlah pihak terkait selesai dilakukan.

Sejauh ini posisi FIFA adalah sepakat untuk menggeser jadwal.

Tentang kepastian tanggal penyelenggaraan akan ditentukan ketika dilakukan konsultasi dengan berbagai pihak, seperti penyelenggara liga, sponsor, dan pemegang hak siaran.

Asosiasi sepak bola Inggris menentang usul pergeseran jadwal karena akan mengacaukan jadwal liga di Inggris sementara 54 anggota UEFA secara prinsip setuju dengan proposal Blatter.

Klub-klub besar Eropa mengatakan mereka masih menimbang-nimbang apakah akan mendukung kemungkinan menggelar Piala Dunia 2022 ketika belahan Bumi utara mengalami musim dingin.

Berita terkait