FIFA ingin "sanksi berat" untuk rasisme

  • 27 Oktober 2013
Image caption Sejumlah pemain sering menerima komentar rasis dalam pertandingan.

Presiden FIFA Sepp Blatter ingin sanksi yang lebih berat untuk mengatasi rasisme di pertandingan sepak bola, termasuk mengeluarkan tim dari kompetisi atau mengurangi poin.

UEFA pekan ini membuka kasus melawan CSKA Moscow setelah pemain Manchester City Yaya Toure protes karena dilecehkan secara rasial oleh penggemar CSKA.

Blatter mengatakan sanksi yang saat ini ada, yaitu denda dan bertanding di stadion tanpa penonton, sudah tidak cukup lagi.

"Kita harus mengeluarkan tim dari kompetisi atau mengurangi poin mereka," katanya.

Berbicara dalam peringatan 150 tahun Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) di London, Blatter menambahkan: "Hanya dengan keputusan semacam itu kita bisa melawan rasisme dan diskriminasi.

"Jika kita tidak melakukan itu, persoalan ini akan terus terjadi dan terjadi lagi. Kita harus menghentikannya; kita butuh keberanian untuk melakukannya."

Komentar Blatter ini muncul beberapa jam setelah Wakil Presiden FIFA Jeffrey Webb - yang juga berada di London untuk perayaan FA - mengatakan dia ingin bertemu dengan pemain asal Pantai Gading Toure untuk mendiskusikan protesnya itu.

Direktur CSKA Roman Babaev mengatakan tindakan rasisme yang dilakukan oleh pendukung timnya ini "terlalu dilebih-lebihkan" oleh Toure dan media Inggris.

Blatter, 77, mengatakan: "Telah diputuskan oleh kongres FIFA bahwa tidak mungkin rasisme bisa diatasi dengan denda, karena anda akan selalu bisa mendapatkan uang dari orang lain untuk membayarnya."

"Tidak masuk akal juga untuk mengadakan pertandingan tanpa penonton karena ini melawan semangat sepak bola dan merugikan tim yang bertandang."

"Kita bisa melakukan sesuatu yang lebih baik untuk melawan rasisme dan diskriminasi."

"Ini adalah salah satu kejahatan yang ada dalam sepak bola kita. Hanya dengan sanksi tegas, rasisme dan diskriminasi bisa dilempar jauh dari dunia sepak bola."

Berita terkait