Nadal dan Djokovic berebut No.1 lagi

Djokovic Nadal
Image caption Dua petenis terbaik dunia ini berkali-kali berduel sepanjang tahun ini di lapangan.

Rafael Nadal dan Novak Djokovic akan kembali mengincar posisi nomor satu dunia untuk petenis pria dalam ajang Tur Final ATP Dunia yang diselenggarakan di London mulai pekan ini.

Djokovic belum putus asa untuk merebut kembali gelar nomor satu yang digondol Nadal darinya di Cina bulan lalu. Petenis Serbia itu memenangkan ajang Paris Masters hari Minggu (03/11) dan menambah poin untuk menyaingi posisi Nadal.

Ia akan mulai mengayunkan raket kembali di stadion O2 Arena London, Selasa (05/11).

Sementara petenis terbaik Inggris, Andy Murray, justru absen karena masih didera cedera punggung.

Delapan petenis top pria dibagi dalam dua grup dan juara masing-masing grup akan diadu untuk mendapat pemenang yang mungkin akan menentukan siapa rankings atu dunia pada akhir tahun ini.

Tomas Berdych akan bertemu Stanislas Wawrinka hari ini waktu London, diikuti Juan Martin del Potro yang akan menghadapi Richard Gasquet.

Sementara di babak awal Nadal akan menghadapi sesana warga Spanyol, David Ferrer di hari Selasa, diikuti Djokovic yang akan bertemu Roger Federer pada sore harinya.

Nyaris tak lolos

Jika berhasil menang dalam dua laga kali ini, posisi Nadal sebagai juara tenis dunia tak akan tergantikan hingga akhir tahun. Tetapi bahkan jika Nadal tak tampil bagus dan kalah sekali pun, Djokovic tetap akan menghadapi tantangan besar untuk meraih posisi nomor satu.

Petenis Serbia ini harus juara di Tour Final akhir tahun ini serta menang lagi di tanding final Piala Davis yang akan berlangsung bulan ini juga.

"Bukan tergantung saya saja, tergantung Rafa juga," kata Djokovic.

"Penting supaya saya berkonsentrasi dalam urusan saya saja biar yang lain berjalan demgan sendirinya. Saya sudah makin yakin dengan hasil pekan ini (dari Paris)."

Sementara mantan juara dunia Roger Federer hampir tak lolos masuk turnamen ini, dan kini duduk di posisi tujuh dunia.

Federer kesulitan mencapai posisi puncak tahun ini, namun ia sudah enam kali menang di arena Tur Final dan bertekad untuk meraih gelar ketujuhnya.

Akibat prestasinya yang loyo, panitia turnamen tak sempat memasang banyak publikasi untuk Federer yang biasanya dilakukan dengan memasang wajah para petenis di berbagai sarana umum termasuk taksi dan bus.

"Lebih penting panitia mengiklankan para petenis yang sudah pasti masuk turnamen ini, dan saya nyaris tak bisa menembus daftar petenis unggulan ini. Jadi saya paham kalau saya tak masuk iklan segencar tahun-tahun sebelumnya."

Berita terkait