Keputusan 'jangan' di manajer, kata Martinez

Hugo Lloris
Image caption Hugo Lloris sempat tidak sadarkan diri namun kembali melanjutkan pertandingan.

Manajer Everton, Roberto Martinez, mendukung seruan agar manajer tidak mengambil keputusan jika pemain gegar otak.

"Jika ada pandangan dari sisi medis bahwa pemain yang gegar otak harus ditarik dari lapangan maka kita harus melihatnya dan menjadikannya peraturan."

"Saya kira itu bukan keputusan manajer untuk menariknya dari lapangan atau tidak."

Masalah ini muncul setelah kiper Tottenham Hotspur, Hugo Lloris, jatuh tidak sadarkan diri setelah bertabrakan dengan penyerang Everton, Romelu Lukaku, namun tetap melanjutkan permainan setelah sempat terhenti selama sekitar sembilan menit.

Keputusan Andre Villas-Boas untuk tidak mengganti Lloris dikritik oleh berbagai pihak.

Asosiasi Pesepak bola Porfesional, Fifpro, dan sebuah yayasan kesehatan, Headway, mengatakan pemain yang sempat kehilangan kesadaran, seperti Lloris, sebaiknya tidak dimainkan lagi.

Villas-Boas bahkan dituding Headway sebagai tidak bertanggung jawab dan angkuh.

Membela diri

Menurut Martinez, manajer yang tidak mengambil keputusan untuk pemain yang gegar otak sebaiknya dijadikan sebuah peraturan.

"Itu akan tidak adil bagi manajer untuk berada dalam posisi mengambil keputusan untuk menarik pemain hanya karena menghindari risiko tanpa pengetahuan medis," tambah Martinez.

Bagaimanapun Villas-Boas membela keputusan yang diambil dalam pertandingan Liga Primer yang berakhir seri 0-0, Minggu (03/11) lalu.

"Saya sepenuhnya memegang keputusan yang saya ambil dan keputusan yang diambil departemen medis setelah melakukan pemeriksaan atas pemain bersangkutan," tegasnya.

Setelah bertrabrakan dengan Lukaku, Lloris sempat tidak sadarkan diri dan sudah siap-siap akan diangkat dengan tandu namun kemudian dibawa berjalan ke luar lapangan sebelum kembali turun bermain seperti biasa.

Berita terkait