Sosok di belakang penjualan Formula 1

Donald Mackenzie dan Ecclestone
Image caption Donald Mackenzie memimpin perundingan ketika CVC membeli saham Formula 1.

Ketika Anda berjalan-jalan di ruang arena Formula 1 pada hari Minggu selama musim balap, Anda kemungkinan akan melihat berbagai selebiriti mengenakan kaca mata hitam, politikus setempat mencari-cari kesempatan bagus untuk berfoto dan bintang olahraga beserta rombongan mereka.

Satu orang yang kemungkinan tidak tampak bergaul di antara orang-orang terkenal di lingkungan Formula 1 adalah Donald Mackenzie. Sosok ini bahkan mungkin tidak dengan mudah dikenali bila pun dia hadir.

Namun demikian pria berusia 56 tahun yang menolak publisitas dan cenderung menyendiri ini adalah sosok yang membuat olahraga balap mobil masih beroperasi seperti adanya sekarang.

Sebagai salah seorang pendiri perusahaan ekuitas CVC Partners, dia memimpin perundingan ketika CVC membeli saham mayoritas Formula 1 pada 2006.

Pekan ini, Donald Mackenzie muncul di Pengadilan Tinggi London guna memberikan keterangan bagaimana kesepakatan pembelian tersebut dicapai dan sekaligus menyingkap lapisan dalam Formula 1 sebagai bagian dari kasus yang diperkarakan oleh perusahaan media Jerman, Constantin Medien, terhadap bos Formula 1, Bernie Ecclestone.

Constantin Medien mengatakan perusahaan mengalami kerugian ketika saham Formula 1 dijual ke CVC sebesar US$830 juta karena harganya ditetapkan di bawah harga sebenarnya.

Gugatan perdata

Constantin juga mengaku bahwa Bernie Ecclestone, 83, meneken "perjanjian korup" dengan CVC karena Ecclestone dijanjikan akan tetap menjadi bos Formula 1.

Melalui gugatan perdata yang sedang berlangsung sekarang di London, perusahaan Jerman Constantin menuntut kerugian £90m dari Ecclestone dan dari terdakwa-terdakwa lain.

Ecclestone sudah dipanggil pengadilan dan membantah keras semua tuduhan. Dia menegaskan tidak ada "pembeli yang diutamakan".

Tidak diragukan lagi bahwa kolaborasi antara CVC dan Ecclestone sangat menguntungkan tetapi, kata Donald Mackenzie, keuntungan tidak mudah didapat.

Di pengadilan dia menjelaskan bahwa Ecclestone dan bank perantara BayernLB telah "menjual bisnis di atas harga sebenarnya" dan membuat CVC "menghadapi lebih banyak masalah" dibanding perkiraan sebelumnya.

Di antara masalah-masalah itu, menurut Mackenzie, adalah ketidakpastian jangka panjang tentang kelangsungan hidup dan pemasaran cabang olahraga ini mengingat kurang adanya perjanjian komersial atau Concorde Agreement antara tim-tim F1, manajemen, dan Federasi Olahraga Otomotif (FIA).

"Pada periode itu antara 2006, ketika kami membelinya, dan 2009, kami tidak bisa menjual perusahaan."

"Itu tidak laku. Tak seorang pun mau membeli Formula 1 ketika tidak ada Concorde Agreement yang ditandatangani," jelasnya.

Dengan munculnya prospek tim-tim mundur dari Formula 1 dan membentuk lomba balap tandingan, Mackenzie dan CVC menghadapi kemungkinan situasi buruk.