Insiden kembang api di Liga Primer naik

sepak bola
Image caption Separuh penonton Liga Primer mengaku pernah menyaksikan insiden kembang api di lapangan.

Anak-anak berusia delapan tahun dimanfaatkan sebagai penyelundup kembang api dan bom asap dalam sejumlah pertandingan Liga Primer, demikian menurut riset terbaru.

Sebanyak sepertiga penonton mengaku terkena dampak langsung dari aksi penyalaan kembang api dan bom asap ini. Sementara 86% penonton khawatir akan keselamatan mereka.

Di Inggris, penggunaan berbagai benda tersebut dilarang dan pelaku dapat dikenai sanksi penjara.

Dalam tiga bulan pertama musim ini, ada 96 insiden terkait penyalaan kembang api dan asap dalam pertandingan Liga Primer, Liga Sepak Bola dan pertandingan domestik lainnya.

Musim lalu, ada 71 orang yang ditangkap karena memiliki kembang api dalam pertandingan olahraga, naik dari 154% dari musim 2011-2012.

Sebuah survei kepada 1.635 penonton Liga Primer menemukan bahwa separuh dari mereka pernah penyaksikan insiden kembang api dalam pertandingan, 24% mengaku penglihatan mereka terganggu, 10% lainnya mengaku sesak nafas dan 2% terpengaruh karena panasnya api.

"Ini adalah kekhawatiran terbesar di antara penonton saat ini," kata Cathy Long, Kepala Layanan Penonton di Liga Primer kepada BBC Sport.

"Ada insiden yang terjadi di seluruh dunia, di mana orang mengalami luka parah atau tewas karenanya."

"Kami sudah beruntung bahwa liga kami tidak punya masalah besar seperti, tapi kami ingin menghentikan hal itu terjadi."

Sebuah tren yang juga mengkhawatirkan adalah bahwa anak-anak digunakan sebagai penyelundup untuk membawa kembang api ke lapangan atas nama orang lain.

Selain penonton, para pemain sepak bola di Inggris tampaknya juga punya masalah. Baru-baru ini sebuah badan rehabilitasi mengatakan sejumlah pesepak bola kecanduan berjudi sehingga harus meminjam uang.

Berita terkait