Dinilai anti-Yahudi, Anelka didakwa FA

Nicolas Anelka Hak atas foto AP
Image caption Di Prancis, penghormatan terbalik ala NAZI ini biasa disebut quenelle.

Asosiasi sepak bola Inggris, FA, menjatuhkan dakwaan kepada penyerang klub West Bromwich Albion, Nicolas Anelka, karena merayakan gol yang dianggap anti-Yahudi.

Jika dinyatakan bersalah mantan penyerang tim nasional Prancis ini bisa menghadapi sanksi minimal dilarang turun di lima pertandingan.

FA menggunakan aturan tentang antidiskriminasi dalam menangani kasus Anelka ini.

"Dakwaan FA terkait dengan insiden yang terjadi di stadion milik West Ham United pada 28 Desember 2013," demikian pernyataan FA yang dikeluarkan hari Selasa (21/01).

"Diduga Anelka melakukan aksi yang melecehkan, tidak pantas, atau menghina dan ini bertentangan dengan peraturan FA."

Di Prancis aksi yang dilakukan Anelka biasa disebut "quenelle", penghormatan ala NAZI yang dilakukan terbalik, yang dipopulerkan komedian Muslim Prancis, Dieudonne M'Bala M'Bala.

Anelka sendiri menegakan dirinya bukan anti-Yahudi dan menolak meminta maaf.

Ia mengatakan dirinya melakukannya untuk mendukung M'Bala M'Bala, yang sempat dilarang akibat mempopulerkan aksi tersebut.

Sebelumnya sponsor West Brom, Zoopla, mundur akibat aksi yang dilakukan Anelka di lapangan.

Zoopla bergerak di layanan penyediaan informasi properti yang antara lain dimiliki oleh seorangan pengusaha Yahudi.

Berita terkait