Suarez klaim kasus rasisme Evra 'bohong'

Luis Suarez Hak atas foto Getty
Image caption Suarez mengatakan tak sesali kasus rasisme dengan Evra.

Kasus rasisme antara Luis Suarez dan pemain belakang Manchester United, Patrice Evra, ada kemungkinan akan muncul kembali, setelah Suarez menyebut kasus ini 'bohong belaka'.

Suarez dinyatakan bersalah mengeluarkan komentar rasis ke Evra dan dihukum tidak boleh bertanding di Liga Primer selama delapan kali pada 2011.

"Kasus dengan Evra semuanya bohong. Saya dituduh tanpa bukti. Tapi sudahlah, itu masa lalu," kata Suarez dalam wawancara dengan stasiun radio Montevideo, Sport890 AM.

"Saya sangat sedih (saat kasus ini muncul). Tapi sekarang saya bahagia. Saya makin matang dan saya kira saya sekarang jauh lebih berhati-hati," kata Suarez.

Kasus gigit pemain

Penyerang Liverpool ini mengatakan karena kasus ini 'bohong' ia tidak menyesalinya sama sekali.

Suarez mengatakan kalau pun ada yang ia sesali selama kariernya sebagai pemain bola, itu adalah insiden menggigit pemain lawan.

"Yang pertama ketika saya menggigit lawan saat menjadi pemain Ajax. Yang kedua adalah ketika saya menggigit pemain Chelsea, Branislav Ivanovic," kata Suarez.

Pemain internasional Uruguay ini mengatakan tidak ada alasan bagi orang-orang di Inggris untuk membicarakan hal-hal buruk tentang dirinya.

"Mereka sekarang membicarakan saya sebagai pemain sepak bola. Saya sudah minta maaf dalam kasus Ivanovic dan semuanya selesai. Tak ada kasus lain yang saya sesali," katanya.

Berita terkait