Manchester City hadapi sanksi UEFA

Pendukung Manchester City Hak atas foto Getty
Image caption Manchester City dapat merebut gelar juga Liga Primer bila menang dalam dua laga terakhir.

Manchester City dan Paris St-Germain menghadapi denda sebesar £50 juta dan pembatasan skuat mereka karena tidak mematuhi peraturan keuangan UEFA.

Menurut BBC Sport dua klub itu termasuk di antara sembilan klub yang diperiksa badan sepak bola Eropa karena tidak memenuhi batas peraturan keuangan, Financial Fair Play, (FFP) yang ditetapkan.

Pembatasan skuat Liga Champions yang ditetapkan UEFA kemungkinan mencakup hanya dapat menggunakan antara 18 sampai 21 pemain dan bukan 25 pemain seperti biasa.

Pembatasan gaji juga kemungkinan diterapkan pada klub-klub yang melanggar untuk menjamin tidak ada kenaikan gaji bagi pemain yang turun di Liga Champions.

Klub-klub yang melanggar ketetapan memiliki waktu sampai hari Jumat untuk menyepakati 'kesepakatan' dengan UEFA.

Manchester City dapat merebut gelar juara liga bila menang dalam dua pertandingan terakhir.

Bila klub-klub tersebut tidak sepakat, kasus ini akan diajukan ke panel khusus pada bulan Juni yang akan menetapkan sanksi yang tidak dapat dirundingkan lagi.

Namun klub-klub itu dapat mengajukan banding terakhir ke Mahkamah Arbitrase Olahraga di Swiss.

Lebih besar pengeluaran

Berdasarkan peraturan UEFA, kerugian klub-klub bola tidak boleh lebih dari £37 dibandingkan dua musim sebelumnya.

Manchester City mencatat kerugian hampir £149 juta dalam dua musim terakhir, yaitu £97 juta pada 2012 dan £51,6 juta pada 2013.

Arsenal dan Manchester United mencatat keuntungan dalam dua musim terakhir sehingga tidak masuk dalam kategori pelanggar peraturan keuangan UEFA.

Manajer Arsenal Arsene Wenger menyerukan agar klub-klub pelanggar dikenakan sanksi berat.

Sementara Chelsea mencatat kerugian £49,4 juta tahun lalu namun untung £1,4 juta tahun 2012 sehingga tidak melanggar.

Liverpool mencatat kerugian £90 juta dalam dua tahun terakhir namun tidak turun dalam turnamen Eropa musim ini sehingga tidak perlu mematuhi peraturan FFP sampai tahun depan.

UEFA menerapkan peraturan FFP karena khawatir banyak klub bola yang mengambil risiko dengan mengeluarkan dana lebih besar dari yang dihasilkan.

Presiden UEFA, Michel Platini, mengatakan klub-klub yang mengeluarkan anggaran besar merusak pertandingan bola.

Berita terkait