Massimo dan pemain sepakbola Indonesia

  • 25 Juni 2014
Sepakbola
Pemain sepakbola perlu lebih dihargai agar dapat berkembang

Indonesia tidak bermain di Piala Dunia 2014 Brasil, namun salah seorang pemain yang berlaga di Brasil memiliki darah Indonesia.

Massimo Luongo yang mewakili tim nasional Australia memiliki ibu dari Indonesia.

Pria berusia 21 tahun tersebut dikenal sebagai pemain yang berbakat dan baik.

"Dia sudah bermain 50 atau 60 pertandingan tahun ini untuk Swindon Town, di Liga Inggris Divisi Satu yang menurut saya sebuah prestasi yang sangat baik," ungkap Robbie Gaspar, mantan pemain sepakbola Australia yang pernah bermain di Persib dan Persiba Balikpapan.

Namun, selain Massimo belum terlihat ada pemain sepakbola berbakat berdarah Indonesia lainnya.

Salah satu alasannya karena pemain sepakbola di Indonesia kurang dihargai.

Pemain kurang dihargai

"Mereka tidak dibayar tepat pada waktunya, ada beberapa yang tidak punya kontrak. Ada kasus dimana pemain tidak dibayar gajinya enam, tujuh bulan sampai ada pemain yang meninggal. Saya kecewa," jelas Robbie Gaspar kepada Rizki Washarti, wartawan BBC Indonesia.

Agar sepakbola Indonesia dapat berkembang, harus dimulai dari pemainnya tambah Robbie.

"Harus respek pemain dulu. Pemain itu salah satu stakeholder yang penting dalam pertandingan dan menurut saya harus respek pemain."

Kalau respek pemain sepakbola Indonesia bisa maju," tambah Robbie yang pernah bermain tujuh tahun di Indonesia ini.

Selain itu, jika Indonesia ingin berlaga di piala dunia, pemain muda harus diberi perhatian, tambahnya.

"Kita harus mulai dari pemain muda. Kita harus kasih fasilitas untuk pemain muda yang bagus seperti lapangan, makanan dan harus investasi dalam sepakbola," tutup Robbie.

Berita terkait