Kalah penalti, Kosta Rika tetap 'bangga'

  • 6 Juli 2014
Image copyright AFP
Image caption Kapten Kosta Rika, Bryan Ruiz berjalan lunglai setelah tendangannya tidak berbuah gol.

Walaupun langkah Kosta Rika terhenti di perempat final setelah kalah adu penalti atas Belanda, pelatih Kosta Rika Jorge Luis Pinto mengaku bangga karena telah mampu mengangkat martabat sepak bola negaranya ke tingkat yang lebih tinggi.

"Selama Piala Dunia, kami telah melakukan sesuatu yang sangat indah. Sebuah capaian yang selama ini tidak dipercayai banyak orang. Ini sungguh sangat indah," kata Pinto dalam jumpa pers setelah kalah adu penalti 4-3 dari Belanda, Minggu (06/07) pagi WIB.

Adu penalti digelar setelah kedua tim bermain seri 0-0 dalam dua kali 45 menit dan tambahan waktu.

"Kami bermain melawan negara adi daya sepak bola. Kami mengakhiri turnamen ini tanpa terkalahkan. Ini luar biasa. Kami berlaga lima kali dan hanya kemasukan satu gol dan satu gol lainnya melalui kotak penalti," kata Pinto.

Sebelum dikalahkan Belanda di perempat final, Kosta Rika dijuluki "pembunuh raksasa" setelah mengalahkan Uruguay dan Italia serta menahan seri Inggris, dan tampil sebagai juara grup.

Image copyright AFP
Image caption Pelatih Kosta Rika, Jorge Luis Pinto, mengaku bangga kepada timnya walaupun dikalahkan Belanda.

Di perdelapan final, Kosta Rika mengalahkan Yunani melalui adu penalti yang mengantar mereka melaju ke perempat final, sebuah capaian yang belum pernah mereka lakoni dalam keikutsertaan mereka di ajang piala dunia.

Kepala tegak

"Belanda adalah tim yang sangat kuat, tapi kami mampu bermain dalam level yang sama seperti mereka," kata Pinto.

Dia kemudian mengatakan, Belanda telah berpengalaman bermain di ajang Piala Eropa, Piala Dunia dan memiliki kompetisi liga yang bagus.

Image copyright AFP
Image caption Kekalahan Kosta Rika dari Belanda sempat ditangisi para penggemarnya.

"Kami pikir kami telah meninggalkan kesan yang sangat positif dan mampu mengangkat martabat sepak bola Kosta Rika," tandasnya.

Sementara itu, kiper Kosta Rika, Keylor Navas mengatakan, setelah kalah adu penalti dari Belanda, dirinya seperti dihinggapi "perasaan kosong".

"Banyak hal berseliweran di kepala Anda. Tapi saya pikir, kami telah mampu melakukan sesuatu yang sangat hebat di Piala Dunia ini,"kata Navas.

Image copyright Reuters
Image caption Kosta Rika dijuluki "pembunuh raksasa" setelah mengalahkan Uruguay, Italia dan menahan seri Inggris.
Image copyright Getty
Image caption Tim Uruguay yang diturunkan saat melawan Inggris di babak penyisihan.

"Memang sangat sulit menerima kekalahan. Namun, tim kami meninggalkan Piala dunia dengan kepala tegak. Kami tidak pernah kalah. Kami hanya tidak beruntung dalam adu penalti. Ini sungguh menyedihkan, tapi itulah hidup."

Berita terkait