Fans Argentina rusuh di Buenos Aires

  • 14 Juli 2014
buenos Image copyright getty
Image caption Setidaknya 50 orang ditangkap dan 15 petugas polisi terluka di kerusuhan Buenos Aires.

Polisi Argentina bentrok dengan sejumlah anak muda yang melempari petugas keamanan dengan batu dan merusak toko-toko di ibu kota Buenos Aires.

Awalnya, ribuan fans berkumpul di sekitar monumen Obelisk, untuk berpesta merayakan keberhasilan tim Argentina kendati kalah di final Piala Dunia dari Jerman 0-1, hari Minggu (13/07) atau Senin dini hari WIB.

Setidaknya 50 orang ditangkap dan 15 petugas polisi terluka.

Wartawan BBC Wyre Davies melaporkan dari Buenos Aires, sebetulnya usai pertandingan final itu suasana sangat baik. Tetapi ketika malam mulai larut, kerusuhan meletus di Avenida 9 de Julio, ruas jalan utama ibu kota.

Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet, serta meriam air. Dilaporkan juga terjadi sejumlah penjarahan dan serangan terhadap dua truk TV dan ambulans.

Menurut koran setempat, para pendukung garis keras alias "bonek" menjadi pelaku berbagai kekerasan itu.

Suasana getir

Sebelum kerusuhan, banyak orang berkumpul untuk merayakan penampilan Argentina di Piala Dunia, yang dinilai membanggakan. Sepanjang hari, suasana penuh semangat meliputi ibu kota, khususnya di Plaza San Martin di pusat kota.

Dua jam kemudian, lapangan berubah jadi lautan lumpur, kaleng bir, dan harapan yang sirna.

Betapapun berbeda dengan tuan rumah Brasil yang mengalami bencana di lapangan, pencapaian Argentina jauh melampaui perkiraan.

Banyak warga siap menyambut para pemain Argentina yang dijadwalkan kembali di Buenos Aires Senin ini.

"Saya akan ke bandara untuk menyambut dan berterima kasih pada mereka untuk segalanya," kata Lorena Hak, seorang fan, kepada Reuters.

Berita terkait