Atlet Prancis kenang korban serangan

Je suis Charlie Hak atas foto Getty
Image caption Para atlet Prancis ikut berkabung atas beberapa serangan mematikan yang terjadi di Prancis

Olahragawan Prancis di seluruh dunia mengenang para korban serangan teroris yang terjadi di wilayah Paris beberapa hari terakhir.

Tujuh belas orang tewas dalam serangan terhadap majalah satir Charlie Hebdo, polisi dan pasar swalayan.

Beberapa pemain Liga Premier mengenakan ban lengan hitam untuk menghormati para korban.

Pelatih klub Roma kewarganegaraan Prancis Rudi Garcia meninggalkan pensil di kursi setiap wartawan untuk konferensi pers menjelang pertandingan hari Minggu (11/01) melawan Lazio.

"Saya Prancis dan berkabung," kata mantan pelatih Lille berusia 50 tahun tersebut.

"Saya ingin mengungkapkan solidaritas saya untuk negara saya. Kita semua harus bersatu saat ini.

Apa yang terjadi di Paris adalah serangan terhadap kebebasan. Tapi hal-hal tidak harus berubah, kebebasan harus ada selamanya. Setelah tragedi di Paris, kita semua adalah Charlie," ungkap Garcia.

Mengheningkan cipta selama satu menit diadakan sebelum setiap pertandingan di dua liga papan atas sepak bola dan liga basket Prancis.

Pemberian dukungan juga ditunjukkan oleh pesaing Prancis dalam berbagai bidang olahraga seperti ski dan basket.

Berita terkait