Rumah ibu wasit dibom, para wasit Siprus mogok

Hak atas foto Getty
Image caption Insiden serangan terhadap wasit yang melibatkan bahan peledak telah terjadi empat kali selama 12 bulan terakhir di Siprus.

Para wasit di Siprus menolak tampil dalam semua pertandingan sepak bola di negara itu selama satu minggu setelah rumah ibu seorang wasit dibom.

Aksi boikot itu sejalan dengan kecaman Asosiasi Sepak Bola Siprus terhadap serangan ke rumah ibunda Thomas Mouskos, seorang wasit liga domestik, pada Senin (19/01). Serangan itu amat sangat pengecut, kata asosiasi sepak bola negara tersebut.

Kepala Asosiasi Wasit Siprus, Michalis Argyrou, mengatakan para anggotanya akan menggelar pertemuan pada Senin (26/01) mendatang untuk menentukan apakah boikot akan dilanjutkan atau tidak.

Kepolisian mengatakan bom rakitan itu meledak di luar pintu depan sesaat setelah tengah malam. Adapun ibunda Mouskos, yang berusia 60 tahun, dilaporkan selamat tanpa cedera karena dia berada di kamar tidur yang terletak di lantai atas.

Ancaman kepada Mouskos sejatinya bukan hal baru. Rumahnya dijaga ketat aparat keamanan menyusul ancaman yang dialamatkan kepadanya seusai dia memimpin pertandingan divisi satu Liga Siprus antara Apollon dan Othellos, pada 12 Januari lalu.

Kala itu, Mouskos memberikan penalti dan mengusir seorang pemain ketika pertandingan baru berjalan 22 menit. Pertandingan itu berakhir imbang 2-2.

Sebelumnya, rumah Mouskos pernah dilempari sebuah granat. Namun, granat itu tidak meledak.

Secara keseluruhan, serangan terhadap wasit yang melibatkan badan peledak ialah yang keempat kalinya selama 12 bulan terakhir di Siprus.

Rangkaian insiden tersebut mengemuka di tengah tuduhan adanya pengaturan skor pertandingan di liga domestik.

Berita terkait