Walau tersingkir, timnas Islandia disambut seperti pahlawan

Hak atas foto Getty
Image caption Pendukung timnas Islandia terus bertahan di stadion usai tim kesayangnnya menyerah 2-5 dari tuan rumah.

Walaupun kalah telak 2-5 dari tuan rumah Prancis di perempat final Piala Eropa 2016, timnas Islandia tetap dielu-elukan dan di sambut bak pahlawan di negerinya.

Presiden Islandia, Olafur Ragnar Grimsson, mengatakan prestasi mereka yang menembus perempat final pesta sepak bola antar negara Eropa itu telah mengharumkan nama bangsa.

"Seluruh bangsa sangat bangga dan Anda bisa melihatnya tadi malam ketika suporter Islandia tetap tinggal di dalam stadion dan terus bersorak, walau ditaklukkan tim Prancis," kata Grimsson.

Hak atas foto Getty
Image caption Timnas Islandia saat bertemu timnas Prancis di perempat final.

Menurutnya, sikap yang ditunjukkan ribuan pendukung timnas Islandia merupakan gambaran bahwa rakyat Islandia bangga terhadap semangat kolektivitas yang ditunjukkan para pemain.

"Perjalanan Anda memang luar biasa," tandasnya.

Tidak diunggulkan

Sejak awal tidak diunggulkan, tetapi timnas Islandia justru membalikkan semua anggapan itu dengan menahan seri Portugal 1-1, mengimbangi Hungaria 1-1, serta menundukkan Austria 2-1 di penyisihan grup.

Hak atas foto Getty
Image caption Pendukung timnas Islandia dengan kostum ala bangsa Viking.
Hak atas foto Getty
Image caption Pendukung setia timnas Islandia.

Mereka kemudian melaju ke babak 16 besar, dan di luar dugaan menjungkalkan timnas Inggris 2-1.

Dengan setengah berkelakar, seorang warga Islandia menggambarkan kemenangan itu dengan kalimat "Dokter gigi Islandia membunuh tiga singa (lambang timnas Inggris)."

Kalimat itu merujuk pada salah seorang manajer Islandia, Heimir Hallgrimsson, yang berprofesi sebagai dokter gigi.

Program sistematis 20 tahun

Warga negara berpenduduk sekitar 300 ribu orang itu kemudian merayakan kemenangan sensasional tersebut.

Hak atas foto Getty
Image caption Sepanjang laga, suporter fanatik timnas Islandia terus-menerus memberi semangat.

"Seperti hari libur nasional," kata salah seorang warga Inggris di Reykjavik.

Namun demikian, menurut Olafur Ragnar Grímsson, penampilan timnas Islandia yang disebutnya 'luar biasa' di Piala Eropa 2016, tidaklah datang dengan tiba-tiba.

"Mereka adalah generasi pertama hasil program pelatihan sistematis untuk anak-anak yang dimulai 20 tahun lalu," ungkapnya.

Hak atas foto Getty
Image caption Saat melawan Prancis, timnas Islandia mencetak dua gol, walaupun akhirnya kalah 2-5 dari tuan rumah.

Dia kemudian menandaskan penampilan timnas negaranya di ajang Piala Eropa tidak semata soal sepak bola.

"Ini adalah perjalanan sebuah bangsa dengan cara yang luar biasa," tandas Grímsson.

Berita terkait