Mengapa tak ikut demo? Ketika netizen ramaikan Twitter jelang 4 November

polisi untuk demo 4 november Hak atas foto EPA
Image caption Ribuan polisi disiapkan dalam menghadapi demo yang diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 50.000 orang.

Reaksi netizen merespons aksi unjuk rasa besar-besaran 'tangkap Ahok' yang akan digelar Jumat 4 November cukup beragam.

Sejumlah orang menyerukan untuk ikut berpartisipasi dengan damai, sementara yang lain menyatakan tidak ikut dan kerja seperti biasa.

Salah satu tagar yang digunakan adalah #NggakIkutDemo yang hingga Kamis malam (03/11) telah dikicaukan lebih dari 8.000 kali, berisi alasan mengapa sejumlah orang memilih tidak berpartisipasi.

Hak atas foto TWITTER

Tagar ini dipakai utamanya oleh komunitas yang dikenal memperjuangkan nilai pluralisme, Gusdurian dalam berbagai akun Twitter mereka.

"Turunlah ke jalan, buka mata hatimu. Masih banyak sesamamu yang butuh uluran tanganmu. Bukan teriakanmu #NggakIkutDemo," kata komunitas yang menamakan diri mereka Gusdurian Probolinggo, @gusdurian_prob.

Hak atas foto TWITTER

Tagar lain yang digunakan adalah #JihadGwKerja, mengacu pada ungkapan 'Anda jihad, saya kerja,' Salah satu yang paling banyak dibagikan adalah gambar bertuliskan 'cinta persatuan Indonesia, bukan perpecahan."

Demonstrasi yang rencananya akan diikuti oleh puluhan ribu orang akan dimulai Jumat siang.

Ada kekhawatiran bahwa demonstrasi ini akan disusupi oleh kelompok-kelompok radikal dan telah digunakan untuk kepentingan politik tertentu, tetapi pihak penyelenggara menyatakan bahwa aksi akan berlangsung damai dan dilakukan untuk 'membela Islam'.

Tagar lain yang juga ramai digunakan adalah #KamiTidakIkut -tagar yang pernah digunakan untuk merespons serangan teror di Jakarta awal tahun ini- dan #JakartakuDamai yang telah lebih dari 1.500 kali.

Hak atas foto TWITTER

Satu tagar lain, #BakalIkutDemo sekilas tampak mewakili alasan-alasan orang yang memilih turun ke jalan, tetapi ternyata isinya sama sekali lain. Dan tak jarang, mengundang tawa...

Hak atas foto TWITTER
Hak atas foto TWITTER

Kapolri Tito Karnavian mengatakan sekitar 18.000 personil keamanan akan dikerahkan untuk menghadapi sekitar 50.000 pengunjuk rasa. Pemerintah juga menghimbau agar mereka yang ikut berdemonstrasi menghindari aksi pengrusakan.

Sejumlah cuitan oleh mereka yang menyatakan akan turun ke jalan, antara lain menyebutkan "besok itu #AksiBelaQuran, bukan pengen rusuh."

Hak atas foto Twitter
Hak atas foto Twitter

Topik terkait

Berita terkait