Sinden dan penabuh gamelan Inggris, menggagas pelatihan gamelan untuk para napi

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Kisah sinden dan pemain gamelan Inggris

"Bunyi indah gamelan, begitu mempesona, dan sekaligus alat penghilang stres," itulah kesan pertama Cathy Eastburn, seorang pemain gamelan dan juga sinden yang tinggal di London.

Awalnya, sekitar 20 tahun lalu pada 1996, ia hanya ingin mencoba bermain gamelan di Southbank Centre, tanpa mengetahui dari mana asal alat musik ini.

"Saya langsung jatuh cinta saat mencoba" kata Cathy. "Getaran dan resonansinya masuk ke tubuh Anda. Sesuatu yang terapeutik. Kegiatan bersama ini adalah hal yang positif."

Hal inilah yang membuatnya muncul dengan gagasan membawa gamelan ke penjara melalui berbagai workshop dengan para narapidana, cikal bakal terbentuknya badan amal Good Vibrations.

Image caption Memainkan gamelan, seluruh tubuh terasa getarannya, kata Cathy.

"Lingkungan penjara membuat stres karena kondisi terisolasi, Saya pikir kenapa tidak membawa gamelan ke penjara."

Dalam 12 tahun terakhir ini, melalui badan ini, sekitar 5.000 narapidana di puluhan penjara Inggris, mendapatkan pelatihan gamelan.

"Pengalaman mendengar bunyi indah ini sangat mengesankan bagi saya. Saya juga menganggapnya sebagai sarana penghilang stres...Bila saya merasa stres, frustasi atau marah atau sedih atau apapun, setelah kelas gamelan, saya merasa lebih baik...lebih tenang, lebih senang," kata Cathy.

"Ini antara lain karena bunyi yang berbeda dari sejumlah instrumen gamelan, dan juga karena saat bermain, rasanya terhubung dengan orang lain. Anda memainkan bagian Anda dan bagian itu cocok dengan apa yang dimainkan orang lain," tambahnya.

"Memainkan sesuatu yang memerlukan konsentrasi penuh, rasanya seolah tersedot dalam bermain musik, dan pikiran juga dialihkan ke musik...sesuatu yang membuat tenang."

Para narapidana yang mengikuti pelatihan gamelan ini menyatakan merasa mendapatkan manfaat.

Image caption Cathy latihan gamelan setiap minggu di Southbank Centre

Salah seorang napi yang keluar dari penjara enam bulan lalu, Gurjeet, bercerita kepada Good Vibrations melalui akun Facebook organisasi itu, bahwa gamelan baginya seperti meditasi.

"Bagi saya gamelan seperti meditasi, saya seolah mendapat energi untuk melakukan kegiatan. Saya merasa saya dapat menangani masalah. Gamelan membuat saya membuat saya berpikir tentang Indonesia dan memberi saya mimpi. Saya senang dengan itu," kata Gurjeet.

"Bila saya menghadapi masalah, gamelan membantu saya meringankannya. Gamelan adalah satu hal yang sangat positif, seharusnya lebih banyak orang lagi yang ikut (kelas)," tambahnya.

'Konsentrasi penuh dengan gamelan'

Sementara tahanan di penjara Peterborough, dalam video arsip Good Vibrations mengatakan, "Dalam dunia saya ini rasanya saya tak mungkin merasakan pengalaman ini. dengan bermain gamelan, saya bisa berkomunikasi dengan tahanan lain yang biasanya saya lewati seribu kami. Tapi halangan ini bisa diatasi sekarang. Dengan gamelan, bisa membuat kami keluar dari suasana terisolasi."

Hak atas foto Good Vibrations
Image caption Kelompok Good Vibrations dalam Jamelan, Jamming with Gamelan di Royal College of Music, London.

Napi lain, Tahyan mengatakan, "Awalnya saya tak berani datang, takut kelihatan bodoh di depan tahanan lain. Namun setelah saya coba, senang saya bisa coba, karena pengalaman lain."

Dari pengalaman para tahanan ini, Cathy mengungkap belajar alat musik Jawa ini menjadi "langkah awal bagi para napi untuk melakukan akativitas lain di penjara dan membantu mereka mencari pekerjaan setelah bebas...membantu mengubah hidup seseorang."

Belajar jadi sinden

Image caption Kelas gamelan di Southbank Centre, London

Setiap minggu, Cathy masih mengikuti kelas gamelan di Southbank Centre, di kelas tertinggi bersama dengan puluhan orang Inggris lain.

Setelah belajar gamelan beberapa tahun, Cathy mulai tertarik belajar menjadi sinden melalui seorang pelajar Indonesia yang tengah studi di London.

"Saya pilih belajar sindenan walaupun saya tak pernah belajar nyanyi sebelumnya, dan ini merupakan tantangan bagi saya. Itu sekitar 10 tahun lalu dan yang mengejutkan,saya suka sekali."

Hak atas foto Good Vibrations
Image caption Belajar gamelan juga dilakukan di sejumlah pusat komunitas dan berbagai tempat lain.

"Saya tak mengerti bahasa Jawa sama sekali dan saya harus belajar banyak menghafal macapat (tembang Jawa). Dan saya mencoba mencari tahu apa artinya."

Saat ini terdapat lebih dari 150 kelompok gamelan yang tersebar di seluruh Inggris, termasuk di Southbank centre, London, pusat seni terbesar di dunia.

Bersama dengan musisi lainnya, Cathy secara reguler ikut latihan gamelan dan juga menyinden di Southbank.

"Yang penting bagi pesinden adalah pelafalan yang tepat, ini juga menantang, dan juga nadanya tentu...mempelajari kata-katanya juga sangat menantang...secara umum saya menangkap makna tembang-tembang ini," tambahnya.

Jadi kata-kata apa yang dapat menggambarkan gamelan? Bagi Cathy, gamelan adalah "alat yang indah dan magis."

"Dalam 10 tahun ke depan, saya perkirakan gamelan akan bertambah popular karena semakin banyak orang yang mendaftar (di Southbank centre) untuk belajar...Jadi saya harap akan semakin banyak orang yang belajar gamelan, memainkannya dan menikmatinya."

Berita terkait