Perempuan Muslim AS, Zaineb Abdulla: Inilah cara bela diri bila jilbabmu ditarik orang

Zee Abdulla Hak atas foto Zee Abdulla Facebook
Image caption Zaineb Abdulla ditelepon sejumlah perempuan setelah Donald Trump terpilih sebagai presiden AS.

Zaineb Abdullah, seorang perempuan Muslim dari Chicago, Amerika Serikat, membuat video berisi instruksi khusus tentang cara membela diri bila mereka diserang dengan menarik jilbab, video yang ditonton jutaan kali.

Zaineb yang bekerja sebagai pengajar bela diri untuk organisasi tuna rungu di AS, serta terapis untuk anak autis, terinspirasi setelah mendapatkan telepon dari sejumlah perempuan Amerika menyusul terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat.

Hak atas foto Zee Abdulla Facebook
Image caption Video berisi cara bela diri bila jilbab ditarik.

Sejumlah laporan menyebutkan satu hari setelah pemilihan presiden Amerika Serikat, terjadi serangan terhadap perempuan berjilbab, sebagian di antara mereka merasa "sangat takut" untuk memakai hijab saat keluar rumah.

Zaineb sendiri mengatakan ada orang yang meludahinya saat ia masih berusia delapan tahun setelah mengetahui bahwa ia Muslim. Sejak itu ia merasa perlu untuk belajar bela diri.

Video yang diberi judul The 'Hijab Grab' merupakan bagian dari seminar menghadapi "ujaran kebencian" yang melatih perempuan Muslim berjilbab menghadapi serangan. Seminar ini juga diajarkan dengan menggunakan bahasa isyarat yang memungkinkan perempuan tuna rungu melatih bela diri.

Melalui akun Facebooknya, Zaineb menulis, "Dengan meningkatnya kejahatan akibat kebencian pascapemilu, bela diri menjadi semakin penting. Berlatihlah gerakan ini sampai otot dan tubuhmu siap bereaksi."

Hak atas foto Zee Abdulla
Image caption Cara membela diri bila seseorang menarik jilbab Anda, versi Zaineb Abdulla.

Dalam wawancara dengan The Washington Post, Zaineb mengatakan ia merasa siap untuk "melawan" dan membantu perempuan lain termasuk mereka yang tuna rungu atau memakai jilbab.

Satu hari setelah Trump dinyatakan terpilih sebagai presiden, sejumlah perempuan menelepon Zaineb dan bertanya soal bela diri khusus ini.

"Saya mencari melalui online (soal bela diri), dan tak ada. Saya selalu mendengar melalui berita bahwa ada yang merobek jilbab perempuan dan perempuan itu duduk dan menangis atau lari sambil menangis," kata Zainab kepada The Guardian.

"Saya lelah mendengar ini semua. Takut adalah reaksi yang beralasan, namun bukan satu-satunya reaksi kita," tambahnya.

"Bila kita siapkan diri sendiri dan berlatih, kita tidak hanya melatih diri untuk menendang (balik), tapi kita juga bisa yakin dan berjalan dengan kepala tegak di negara ini," tambahnya.

Laporan-laporan terkait serangan terhadap perempuan Muslim termasuk di Univesitas San Jose, di mana seorang perempuan sempat sulit bernafas setelah ditarik jilbabnya dari belakang. Seorang mahasiswi lain yang mamakai hijab melaporkan ia dirampok dua pria yang berkomentar soal Trump dan Muslim.

Tahun lalu sebelum terpilih menjadi calon presiden dari Partai Republik, Trump sempat mengeluarkan sejumlah komentar kontroversial terkait Muslim, termasuk larangan masuknya Muslim ke Amerika Serikat bila ia terpilih.

Topik terkait

Berita terkait