Para pemain Chapecoense akan dikenang selamanya sebagai 'juara abadi'

keluarga korban Hak atas foto EPA
Image caption Para keluarga korban berada di tengah fan yang berkumpul di stadion Arena Conda di Chapeco.

Ribuan orang berkumpul di kota Chapeco, Brasil, untuk mengenang korban jatuhnya pesawat, yang sebagian besar adalah anggota tim sepak bola kota tersebut, Chapecoense.

Chapecoense bertolak ke Kolombia untuk turun dalam leg pertama final Piala Amerika Selatan, Copa Sudamericana, melawan Atletico Nacional. Pesawat jatuh hari Senin (28/11) dan menewaskan 71 orang.

Melalui akun Facebook, Chapecoense menyebut mereka adalah 'juara abadi'.

"Hari ini, kita terbangun dengan tantangan baru. Hidup mengajarkan kita pelajaran baru. Pejuang kita menjadi pahlawan. Kehidupan mereka menjadi abadi...Anda selalu akan menjadi juara," begitu kutipan Chapecoense.

Hak atas foto Instagram
Image caption Foto terakhir: Pemain Marcos Danilo Padilha dan Alan Ruschel memasang foto di media sosial sebelum bertolak.

Enam dari 77 orang dalam pesawat itu selamat. Tidak jelas apa yang menyebabkan pesawat itu jatuh, namun laporan yang belum dapat dikonfirmasi menyebutkan terjadi kerusakan listrik, dan laporan lain menyebut pesawat itu hampir kehabisan bahan bakar.

Awak pesawat carter, Ximena Suarez, yang selamat, mengatakan, "lampu mati dan saya tak ingat apa-apa lagi setelah itu."

Dongeng yang berakhir tragis

Sekitar 10.000 orang yang berkumpul di stadion Arena Conda Selasa malam (29/11). Mereka di antaranya adalah para pendukung yang mengenakan seragam hijau dan putih dengan meneriakkan nama-nama pemain dan seruan "juara." Keluarga para pemain saling berpelukan di lapangan.

Anggota tim sepak bola yang selamat termasuk pemain belakang Alan Ruschel dan Helio Zemper, serta penjaga gawang cadangan Jakson Follman.

Chapecoense berada di divisi empat pada 2009, namun meningkat pesat prestasinya dan menjadi salah satu tim kuat pada tingkat nasional.

Wartawan BBC Brasil Fernando Duarte mengatakan, "Cerita mereka adalah kisah dongeng fantastis yang berakhir dengan tragis."

Dunia sepak bola memberikan penghormatan termasuk pemain Chelsea asal Brasil, David Luis. Salah satu rekan Luis ketika masih di klub Vitoria termasuk pemain yang meninggal.

Tim sepak bola di Brasil mengatakan mereka akan meminjamkan pemain secara gratis untuk Chapecoense sehingga mereka tetap bisa melanjutkan bermain sebagai klub.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Para pemain Chapecoense, klub yang naik ke divisi utama pada 2014.

Chapecoense juga diminta untuk tetap di divisi utama selama tiga tahun.

Klub dari Brasil selatan ini dibentuk tahun 1973 dan naik ke divisi utama negara itu tahun 2014.

Penghormatan klub-klub dan pemain dunia

Kemenangan dalam dua leg untuk kejuaraan regional akan membuat Chapecoense masuk kualifikasi Copa Libertadores, kejuaraan utama Amerika Selatan.

Konfederasi Sepak Bola Brasil mengumumkan hari berkabung selama seminggu, dengan ditundanya semua pertandingan.

Pemerintah Brasil sendiri telah mengumumkan tiga hari berkabung secara nasional.

Presiden dalam komite pelindung Chapecoense, David de Nes Filho, menyebut klub ini "bukan hanya grup yang dibangun dengan saling menghargai namun seperti keluarga."

"Kami sangat berbahagia. Sebelum naik pesawat, mereka mengatakan akan membuat mimpi menjadi kenyataan. Mimpi itu berakhir pagi ini," kata Nes Filho setelah mendengar berita kecelakaan pesawat.

Klub-klub sepak bola dunia termasuk Chelsea, Barcelona dan Real Madrid memberikan penghormatan kepada para korban selama latihan dan juga mengheningkan cipta dalam pertandingan perempat final Piala EFL di Inggris Selasa (29/11).

Para pemain bola, dari Barcelona termasuk Lionel Messi dan Neymar dan pemain Manchester United, Rayne Rooney, juga memberikan penghormatan kepada para pemain Chapecoense.

Hak atas foto Twitter
Image caption Sepak bola Brasil berduka. Kehilangan besar. Duka cita saya untuk keluarga korban. Berisitirahat dengan tenang, tulis Pele.
Hak atas foto Twitter Rooney
Image caption Berita duka saat bangun hari ini, tulis Wayne Rooney
Hak atas foto Twitter
Image caption Neymar menggunakan tagar #ForcaChape yang populer di media sosial, yang berarti kekuatan Chape, julukan klub itu.

Topik terkait

Berita terkait