Ketika 'om telolet om' yang menyenangkan berubah jadi pengalaman buruk

AFP Hak atas foto AFP
Image caption Kontroversi tampaknya terjadi pada kegiatan 'spamming' di kolom komentar, bukan terkait dengan kebiasaan meminta klakson di jalan.

Para selebriti lokal, DJ-DJ mancanegara, bintang pop Amerika, politisi dunia, hingga klub-klub sepak bola Eropa diserbu komentar 'om tolelot om' dalam setiap unggahan mereka di media sosial.

Di saat sebagian orang tampak menikmati respons-respons para bintang itu, sebagian merasa terganggu. Mengapa?

Komentar 'om telolet om' yang menyerbu akun-akun bintang di Instagram cukup masif.

Untuk membuktikannya, Anda cukup pilih satu akun bintang populer dan lihat kolom komentar di unggahan terbaru mereka. Spamming semacam inilah yang awalnya memulai keramaian, karena setelah sejumlah DJ terkenal meresponsnya, 'om telolet om' menjadi topik populer dunia di Twitter, Selasa (20/12) malam.

Namun spamming ini semakin banyak ditemukan -dan kadang dilakukan tidak pada tempatnya- membuat sejumlah orang geleng-geleng kepala.

Hak atas foto Instagram
Image caption Dari Justin Timberlake, Taylor Swift, Selena Gomes, klub sepak bola Bayern München, hingga Presiden AS Barack Obama.

Dalam beberapa kasus, komentar ini terselip tidak pada tempatnya, misalnya pada unggahan-unggahan sosial media yang sangat personal, sensitif, dan genting.

Ini yang mungkin membuat aktivis vokalis Superman Is Dead, Jerinx, jengkel. Dia mengatakan bahwa spam om telolet om itu 'tidak lucu' dan 'dimanfaatkan oleh DJ/musisi mainstream yang paham pasar Indonesia'.

"Kita ya tetap jadi konsumen," katanya di Twitter.

Jerinx yang dikenal vokal menentang reklamasi Teluk Benoa di Bali juga mengungkapkan kekesalannya ketika unggahan tentang perlawanan reklamasi dibalas dengan komentar telolet.

Hak atas foto TWITTER
Image caption Jerinx dikenal sebagai salah satu musisi yang sangat vokal menentang reklamasi di Bali.

"Iya, saya iri. Isu-isu yang lebih penting/krusial gak bisa seviral ini. Oh, karena manusia rata-rata memang ignorant/suka main aman ya. Sip," ujarnya kemudian.

Beberapa orang sependapat. "Jangan spam komentar om telolet om. Pergi ke jalan dan minta ke sopir bus. Tidak semua orang menganggapnya menyenangkan," kata pengguna akun ‏@ppiichi.

"Awalnya om telolet om itu lucu. Lama-lama jadi ganggu banyak orang. Orang nanya dijawab kaya gitu, jadi risih juga," kata yang lain. Sejumlah penguna Twitter mulai menyerukan ajakan untuk tidak lagi menulis frasa itu di akun-akun idola mereka.

Tetapi ada juga yang tidak sependapat. "Ya tapi lebih mendingan lelucon ini om, ketimbang lelucon 'agama politik,' bener gak?"

Disukai atau tidak, frasa ini sudah dicuitkan lebih dari 1,3 juta di Twitter dan berada di topik populer selama tiga hari. Dan komentar-komentar seperti di bawah ini masih akan Anda temui setidaknya dalam beberapa hari ke depan.

Hak atas foto Instagram
Image caption "Shut up and stop spamming!". Komentar di akun Junho Lee, aktor Korea populer di Indonesia.
Hak atas foto Instagram
Image caption Masih merasa ini mengasyikan? Beberapa orang tidak berpikir demikian.

Topik terkait

Berita terkait